KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Tangsel meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi curah hujan sangat tinggi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Peringatan ini disampaikan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan bulanan dapat mencapai 300 hingga 500 milimeter di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel, Robbi Cahyadi, menyampaikan bahwa penanganan titik rawan banjir menjadi prioritas utama anggaran.
Lebih dari separuh belanja dinas difokuskan untuk pengendalian banjir, mencakup kawasan Pondok Maharta, Kampung Bulak, Paku Jaya, dan titik lain yang selama ini kerap terdampak genangan.
Progres pekerjaan disebut telah mendekati selesai, ditunjang pemasangan rumah pompa secara masif serta pembangunan turap di sejumlah lokasi.
Ia menjelaskan bahwa pengadaan stasiun pompa, pembangunan turap, dan optimalisasi pintu air telah dilakukan untuk mengantisipasi intensifikasi hujan.
Kombinasi infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuang air dari lingkungan permukiman menuju saluran pengendali banjir secara lebih efektif.
Meski begitu, Robbi mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai.
Ia meminta masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan saluran air di lingkungan rumah sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama bersiap menghadapi potensi hujan ekstrem pada Desember hingga Januari,” ujarnya, Jumat 12 Desember 2025.
Selama periode puncak musim hujan, Pemkot Tangsel menyiagakan 120 unit pompa yang siap dioperasikan sewaktu-waktu saat hujan turun.
Sebanyak 100 personel juga dikerahkan dalam sistem siaga 24 jam, meliputi petugas rumah pompa, pengawas pintu air, hingga tim penanganan apabila terjadi bencana.
Alat berat dan pompa mobile turut disiapkan untuk respons cepat di lapangan.
Robbi menambahkan bahwa ketersediaan material, terutama material split dan turunannya, sempat menjadi kendala menjelang akhir tahun.
Namun, percepatan pekerjaan tetap dilakukan agar kesiapan infrastruktur pengendalian banjir dapat terjamin.
Editor: Abdul Rozak











