KOTA TANGERANG SELATAN, RADARBANTEN.CO.ID — Di tengah status darurat sampah, warga Kota Tangerang Selatan menunjukkan kreativitas dalam mengelola sampah rumah tangga. Sejumlah warga di lingkungan Bukit Nusa Indah, Ciputat, menyulap tong penampung air menjadi bak pengurai sampah organik atau komposter sebagai solusi pengelolaan sampah mandiri dari sumbernya.
Inisiatif tersebut muncul dari kepedulian warga terhadap persoalan sampah rumah tangga yang selama ini menjadi tantangan lingkungan di wilayah perkotaan. Warga memanfaatkan peralatan sederhana dan biaya swadaya untuk memodifikasi tong air agar mampu mengolah sisa makanan, daun, serta limbah dapur lainnya.
Program pengelolaan sampah mandiri ini telah diterapkan di tiga RW dengan total 26 RT. Menariknya, sebagian besar penggerak kegiatan merupakan bapak-bapak berusia antara 50 hingga 60 tahun. Meski tidak lagi muda, semangat mereka dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan tetap tinggi.
Salah satu penggerak kegiatan, Hohan Barazing (60), menjelaskan pembuatan komposter bertujuan mengurangi volume sampah sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah.
“Pengolahan sampah harus dimulai dari rumah supaya lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain membuat komposter, warga juga mengembangkan metode pengelolaan lingkungan lainnya. Mereka membangun lubang biopori dan merencanakan pembentukan bank sampah untuk mengelola sampah nonorganik.
Seluruh kegiatan tersebut berjalan secara mandiri dengan mengedepankan prinsip gotong royong antarwarga. Nantinya, hasil penguraian sampah organik dimanfaatkan kembali sebagai pupuk kompos dan pupuk cair untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekitar.
Melalui program ini, warga berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat. Warga juga ingin membuktikan bahwa sampah memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Pada tahap awal, warga menargetkan pembuatan 40 unit komposter dengan biaya sekitar Rp450 ribu per unit. Melalui langkah sederhana namun konsisten, warga Bukit Nusa Indah berharap dapat membangun budaya sadar kebersihan serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aas Arbi











