JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim mengungkapkan realita pahit yang masih dialami ratusan penyintas banjir bandang di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak.
Hingga kini, warga terdampak bencana tersebut masih tinggal di tenda-tenda darurat sejak peristiwa banjir bandang dan longsor pada awal 2020 lalu.
Dalam audiensi dengan Komisi V DPR RI, Fahmi menyebut sebanyak 221 kepala keluarga masih bertahan hidup di pinggir jalan menggunakan tenda terpal yang kondisinya kian memprihatinkan.
“Ini bukan sekadar persoalan tempat tinggal. Bahkan ada warga yang melahirkan di dalam tenda. Artinya, ada anak-anak bangsa yang lahir dan tumbuh di pengungsian selama bertahun-tahun karena belum adanya hunian layak,” ungkapnya dihadapan anggota DPR RI, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menuturkan, kehidupan di pengungsian yang berkepanjangan menimbulkan berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan. Anak-anak tumbuh di lingkungan yang tidak sehat, sementara kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia harus bertahan dengan fasilitas terbatas.
“Ini menjadi potret nyata betapa beratnya perjuangan masyarakat Lebakgedong pascabencana,” ungkap Fahmi.
Menurutnya, fakta tersebut seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak bahwa penyelesaian pascabencana tidak boleh berhenti pada penanganan darurat semata.
Diperlukan langkah konkret untuk memastikan masyarakat memiliki hunian layak sebagai tempat hidup yang aman dan manusiawi.
Editor: Abdul Rozak











