SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang menyebut banyak aliran air di sejumlah titik wilayah Kota Serang tidak berfungsi secara maksimal akibat masih maraknya bangunan liar.
Permasalahan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Serang semakin meluas saat hujan deras mengguyur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, mengatakan penertiban bangunan di bantaran sungai sebelumnya telah dilakukan di beberapa lokasi dan berjalan relatif kondusif.
Ia mencontohkan penanganan di wilayah Sukadana dan Kroya.
“Di Sukadana, terus juga Kroya, alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujarnya, Selasa, 11 Februari 2026.
Nanang mengakui, pada tahap awal sempat muncul penolakan dari masyarakat.
Namun demikian, ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan satuan tugas untuk mengedepankan pendekatan persuasif.
“Intinya tetap memanusiakan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk solusi, Pemkot Serang juga menyiapkan hunian alternatif bagi warga terdampak.
“Contohnya di Sukadana dan Kroya, kita punya rumah susun di Margaluyu. Bagi masyarakat yang dibongkar bangunannya karena melanggar aturan, kita siapkan di Margaluyu dan dibebaskan biaya sewa selama dua tahun,” kata Nanang.
Ia mengatakan, normalisasi aliran sungai dan drainase menjadi kebutuhan mendesak karena banjir kini semakin meluas, terutama di Kecamatan Serang dan Cipocok Jaya.
Banyak aliran air terganggu akibat bangunan yang berdiri di atas sungai dan saluran irigasi.
Nanang menegaskan, proses penertiban akan dilakukan secara bertahap dengan pola sosialisasi terlebih dahulu.
“Diomongkan dulu, disosialisasikan, baru kemudian dilaksanakan. Itu yang terus kita lakukan agar masyarakat paham bahwa ini untuk kepentingan bersama,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











