SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten menggelar rapat koordinasi (rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Maung 2026 di Mapolda Banten, Rabu 25 Februari 2026. Rakor tersebut dalam rangka sinergitas arus mudik agar dapat berjalan aman dan lancar.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki; Sekda Provinsi Banten, Deden Apriandhi yang mewakili Gubernur Banten, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama Polda Banten, Kapolres/Ta jajaran, serta unsur TNI dan instansi terkait lainnya.
Kapolda Hengki mengatakan, pengamanan mudik lebaran bukan sekedar rutinitas tahunan. Momentum tersebut merupakan tugas besar yang memerlukan perencanaan matang dan sinergi lintas sektoral.
“Perayaan Idul Fitri bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga telah menjadi tradisi sosial masyarakat yang memicu mobilitas secara masif di seluruh wilayah. Oleh karena itu, pengamanan arus mudik merupakan tugas besar yang memerlukan perencanaan dan koordinasi secara komprehensif,” katanya.
Kapolda mengungkapkan, arus mudik dan balik pada tahun lalu mendapat apresiasi dari publik. Berdasarkan survei, kepuasan layanan mudik lebaran tahun lalu mencapai 92 persen.
Keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh personel yang terlibat agar meningkatkan pelayanan pada tahun ini.
“Berdasarkan hasil survei, 92 persen masyarakat menyatakan puas terhadap penyelenggaraan arus mudik tahun lalu. Capaian ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk melaksanakan pengamanan tahun 2026 dengan lebih baik, lebih terpadu, dan lebih profesional,” ungkapnya.
Pada momentum mudik lebaran, Kapolda mengingatkan kembali sejumlah potensi permasalahan yang perlu diantisipasi bersama. Diantaranya, kepadatan kendaraan di pelabuhan, keterbatasan armada penyeberangan, hingga pelanggaran lalu lintas dan potensi gangguan kamtibmas.
“Saya meminta seluruh instansi terkait untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat pengawasan lapangan, dan melaksanakan penegakan hukum secara tegas namun tetap humanis, agar seluruh rangkaian pengamanan mudik dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat Maung 2026 sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, alumnus Akpol 1995 ini optimistis masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif,
“Pengamanan Idul Fitri tidak dapat dilaksanakan secara parsial atau sektoral. Diperlukan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang erat antar seluruh instansi terkait,” katanya.
Kapolda menekankan, berdasarkan analisa dan evaluasi yang telah dilakukan, terdapat lima aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026.
Pertama, pengamanan Idul Fitri tidak dapat dilaksanakan secara parsial atau sektoral, melainkan memerlukan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang erat antar seluruh instansi terkait.
Kedua, sistem lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peran strategis sehingga kerusakan jalan, penyempitan jalur (bottle neck), serta ketidakseimbangan antara volume kendaraan dan kapasitas infrastruktur harus diantisipasi sejak dini guna menjaga konektivitas transportasi darat, laut, dan udara.
“Polri telah mengidentifikasi berbagai potensi ancaman seperti curat, curas, curanmor, potensi terorisme, kejahatan di kawasan wisata, aksi kekerasan oleh kelompok tertentu, penggunaan petasan berlebihan, hingga potensi intoleransi berbasis agama yang harus ditangani secara tegas namun tetap humanis,” katanya.
Keempat, kepadatan dan antrean kendaraan di area pelabuhan berdampak terhadap stabilitas perekonomian dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta berpotensi menimbulkan tindak pidana sehingga memerlukan penanganan terpadu melalui penguatan koordinasi lintas instansi.
“Terakhir penyediaan titik-titik pelayanan baik stasioner maupun mobile seperti rest area, layanan kesehatan, fasilitas MCK, dan penyediaan BBM perlu terus ditingkatkan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem penjualan tiket dan pemantauan arus lalu lintas secara real time guna mewujudkan kamtibcar lantas yang aman dan optimal bagi masyarakat,” tuturnya.
Kapolda berharap, seluruh jajaran dan stakeholder dapat meningkatkan soliditas, memperkuat koordinasi lintas sektoral, serta memastikan setiap rencana yang telah disusun dapat diimplementasikan secara maksimal di lapangan.
“Sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 berjalan aman, lancar, dan sukses serta masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 Hijrah dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi











