PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah makam keramat yang diduga palsu di Kampung Jaura, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dibongkar oleh warga. Pembongkaran dilakukan karena makam tersebut dianggap tidak jelas asal-usulnya dan berpotensi menyesatkan masyarakat.
Keberadaan makam ini sempat menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar. Selain dinilai dapat memunculkan pemahaman yang keliru, makam itu juga dikhawatirkan merusak akidah masyarakat.
Ketua MUI Desa Panjangjaya sekaligus tokoh masyarakat setempat, Suhendi, mengatakan makam itu pertama kali diketahui melalui laporan warga. Ia kemudian turun langsung ke lokasi untuk memastikan keberadaannya.
“Awalnya ada warga yang datang ke rumah dan menyampaikan kalau di lokasi itu ada makam baru. Setelah saya cek ke lapangan, ternyata memang benar ada bangunan makam baru,” kata Suhendi kepada awak media, Senin, 30 Maret 2026.
Menurut Suhendi, persoalan utama bukan pada bentuk bangunannya, melainkan tidak adanya keterangan silsilah atau riwayat yang jelas terkait makam tersebut. Hal ini memunculkan kecurigaan dan keresahan di tengah warga.
“Kalau bangunan sih bukan masalah. Tapi yang kami cari itu kejelasan silsilahnya. Ini tidak ada penjelasan yang jelas, makanya kami curiga,” ujarnya.
Ia juga menekankan kekhawatirannya bahwa makam tersebut dapat menimbulkan pemahaman keliru, khususnya bagi generasi muda, dan potensi penyimpangan dari ajaran agama.
“Yang kami takutkan itu soal akidah. Kalau dibiarkan, nanti anak cucu kita bisa salah paham,” ucap Suhendi.
Sebelum pembongkaran, Suhendi sempat berkonsultasi dengan tokoh agama setempat atau Abuya. Dari hasil konsultasi, makam tersebut disarankan untuk dibongkar.
Proses pembongkaran dilakukan secara swadaya oleh warga bersama pemerintah desa setempat dan Satpol PP Kabupaten Pandeglang.
“Iya, hari ini kami bersama unsur pemerintah desa, kecamatan, dan Satpol PP juga ikut membongkar,” ujarnya.
Warga berharap langkah ini dapat mencegah kesalahpahaman di masyarakat dan menjaga ketertiban lingkungan.
Editor: Mastur Huda











