SERANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejauh ini masih menggarap kasus lama di Provinsi Banten yakni tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan dugaan korupsi alat kesehatan (alkes). Dua kasus ini diketahui masih dalam penyidikan lembaga antirasuah tersebut.
Ini sejalan dengan pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo yang sebelumnya menyebutkan masih ada kaitan kasus lama yang ditangani KPK dan berkaitan dengan Pilkada Banten 2017.
Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi membenarkan bila KPK masih melanjutkan penanganan kasus lama di Provinsi Banten. “Saya tidak bisa sebutkan kasusnya, tapi masih berkaitan dengan kasus yang saat ini memang ditangani oleh KPK,” kata Yuyuk kepada Radar Banten, kemarin.
Disinggung terkait langkah yang akan ditempuh KPK, Yuyuk enggan menyebutkan tindakan yang akan dilakukan penyidik KPK. “Langkah yang dilakukan KPK, apalagi mengenai penindakan, tidak pernah bisa saya informasikan,” tegasnya. “Nanti kalau sudah turun penyidik, kami informasikan kembali,” sambung Yuyuk.
Sementara itu, Almas, pegiat antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan kepada semua pihak untuk bersama-sama membangun komitmen antikorupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Jangan pilih mereka yang memiliki rekam jejak buruk dalam agenda pemberantasan korupsi,” jelasnya.
Almas mengingatkan semua pihak untuk dapat memetik pelajaran dari masa lalu. Korupsi telah memicu terjadinya kemiskinan struktural di tengah masyarakat. Koruptor juga disebutnya telah merampas hak rakyat atas keadilan. Preseden buruk kasus korupsi di Banten terdahulu membuat sejumlah nama besar terjungkal ke dalam penjara tak boleh terjadi lagi di masa yang akan datang.
Almas juga mengingatkan semua pihak untuk mengawasi praktik politik uang yang merusak mental masyarakat. Ia juga meminta KPK mengawasi aliran dana-dana gelap yang diduga akan digunakan di ajang Pilkada Banten mendatang.
Sementara itu, aktivis Banten Bersih, Beno Novit Neang melalui telepon selulernya menegaskan sudah sepatutnya KPK menuntaskan persoalan hukum yang sedang ditangani. “Kami dari Forum Banten Bersih tentu menyambut gembira dengan sinyal ini,” jelas Beno. (Aditya R/Radar Banten)










