SERANG – Bermacam cara dilakukan pelaku kejahatan untuk memuluskan aksinya. Modus yang dilakukan Rusdianto, memasang jerat dengan status palsu di akun Facebook-nya. Korban Siti Hananah (32) diperdayai. Sepeda motornya, hampir hilang dibawa kabur, kemarin (23/3).
Siti menjadi korban setelah berkenalan dengan Rusdianto melalui Facebook, tiga hari lalu. Pelaku mengaku sebagai anggota Polsek Cikupa, Kota Tangerang. Perkenalan berlanjut, mereka saling tukar nomor PIN BlackBerry Messenger (BBM).
“Tadi (kemarin-red), janji ketemuan di Terminal Pakupatan. Saya disuruh bawa motor sendiri. Mau kenalan (lebih dekat-red), mau saya comblangin dengan adik saya. Sebelum berangkat, saya sudah pamit kok sama Emak (menyebut ibu kandungnya-red),” kata Siti di Mapolsek Taktakan.
Siti yang berprofesi guru SD dan telah bersuami dengan satu orang anak menuruti permintaan Rusdianto. Dia menjemput pelaku di Terminal Pakupatan dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat A 6078 CO.
Dari Terminal Pakupatan, Siti dibonceng Rusdianto. Pelaku membawa korban menyusuri jalanan Kota Serang hingga alun-alun. Dari pusat kota ini, Rusdianto membawa Siti ke Stadion Ciceri. Di kawasan stadion, mereka sempat minum es di sebuah warung.
Rusdianto yang tinggal di Kota Cilegon kemudian berdalih ingin buang air kecil. Pelaku meminjam sepeda motor korban. Guru SD yang tinggal di Kampung Wadas Bojong, Desa Sidang Sari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menunggu di warung.
Gelagat tak baik Rusdianto ternyata telah dipantau oleh adik kandung Siti, Desi Futianti (27). Sejak dari Terminal Pakupatan, Desi yang ditemani Juher ternyata telah membuntuti kakaknya dan pelaku menggunakan Honda Beat A 3755 HB.
Desi dan Juher bagi tugas. Desi menghampiri Siti, sedangkan Juher mengikuti Rusdianto. Kecurigaan Desi dan Juher terbukti, pelaku membawa kabur sepeda motor Siti. Rusdianto kabur menuju Kota Cilegon.
Di sebuah minimarket di pinggir Jalan Raya Cilegon, di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rusdianto berhenti. “Dia masuk dan ke toilet,” kata tukang parkir minimarket Engkusman.
Ketika Rusdianto keluar, Juher langsung merebut kunci kontak sepeda motor korban. Spontan, Juher berteriak maling. “Saya kan sudah membuntutinya. Khawatir larinya tambah jauh makanya saya langsung ambil (kunci-red) motornya,” ujar Juher di lokasi kejadian.
Rusdianto langsung menjadi bulan-bulanan puluhan warga. Rusdianto bonyok. Kejadian ini sempat mengakibatkan lalu lintas di Jalan Raya Cilegon dari dua arah macet. Polisi kemudian mengamankan Rusdianto dan sepeda motor korban di Mapolsek Taktakan.
Soal kecurigaan bakal terjadi kasus penipuan dan penggelapan, Desi mengaku, merasakannya ketika melihat Siti pergi seorang diri. Desi kemudian meminta bantuan Juher untuk membuntuti kakak kandungnya.
“Saya punya firasat enggak baik, makanya saya dan teman saya Juher membuntuti dari kejauhan,” tuturnya. “Saat saya temui, kakak saya seperti dihipnotis begitu. Makanya, saya langsung bilang ke Juher untuk mengejarnya (Rusdianto-red),” ungkapnya.
Menurut Desi, Siti percaya dengan Rusdianto karena mengaku sebagai anggota polisi. Pengakuan pelaku juga ditunjang dengan penampilannya. “Badannya gede dan pakai kaus polisi juga. Tapi, masa bilang pinjem motor mau ke toilet malah bawa motor sampe jauh begitu,” tukas Desi.
Kasus ini ditangani Polsek Serang, sesuai lokasi kejadian. Kanitreskrim Polsek Serang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Juwandi membenarkannya. “Tiga tahun lalu, pelaku pernah jadi banpol (bantuan polisi-red) di Tigaraksa. Pelaku tidak punya catatan kriminal, masih diselidiki,” tandasnya.
Sementara itu, tersangka Rusdianto mengaku sakit hati karena Siti Hananah telah menolak cintanya. Sehingga ia kesal, maka berniat membawa kabur sepeda motor tersebut. “Memang saya sakit hati, kebetulan saya juga gak punya motor, tapi niat saya bukan untuk dijual. Saya mau bawa aja sebagai jaminan, sampai ia mau berhubungan sama saya. Menerima cintanya, suka sama suka. Maka dari itu saya bawa motornya. Saya sakit hati, kesal dan pengin ngerjain dia aja, udah itu aja,” ujarnya saat ditemui di Mapolsek Serang, Kamis (23/3).
Rusdianto juga mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut. Ia membohongi korban dengan mengaku sebagai duda, padahal sudah mempunyai istri dan anak. “Saya mengenal Siti baru tiga hari. Dan ia katanya, ingin berhubungan lebih dalam lagi, tapi karena ia menolak, maka saya kesal dan ingin ngerjain dia,” ungkapnya. (Alwan-Merwanda-Ade F/Radar Banten)









