PANDEGLANG – Rencana pembangunan jalan tol Serang – Panimbang (Serpan) seksi tiga di wilayah Pandeglang belum jelas. Buktinya, hingga saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum melakukan pencairan dana untuk pengerjaan konstruksi jalan sepanjang 33 kilometer.
Diketahui, Pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang dikerjakan melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang terdiri atas tiga seksi, yaitu seksi satu sepanjang 26,5 kilometer menghubungkan Serang – Rangkasbitung, seksi dua sepanjang 24,17 kilometer menghubungkan Rangkasbitung – Cileles, dan seksi tiga sepanjang 33 kilometer yang menghubungkan Cileles – Panimbang.
Untuk seksi tiga, Pemerintah Pusat mendapat utang dari China sebesar Rp4,5 triliun. Jalan tol penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung ditarget bisa groundbreaking atau peletakan batu pertama pada Agustus 2021 lalu, tapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda dimulainya pekerjaan konstruksi jalan tol.
Pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang sepanjang 33 kilometer itu rencananya juga akan digarap konsorsium China. Kontraktor yang ditunjuk, yaitu PT. Shino Road and Bridge bekerja sama dengan PT. Adikarya dan PT. Wijaya Karya.
Ketua tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serpan seksi tiga Ibrahim Hasan mengakui hingga kini pihaknya belum bisa melakukan pengerjaan konstruksi karena dana untuk pembangunan jalan belum dicairkan. “Belum ada nih masih menunggu, kemungkinan di bulan ini sudah ada pencairan,” kata Ibrahim Hasan kepada Radar Banten, kemarin.











