PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Pandeglang bakal membangun pabrik pengolahan Porang di Kampung Ciseukeut, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang.
Adapun Pabrik Porang di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang akan mengolah porang untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, juga untuk pembuatan lem dan jelly.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang Suaedi Kurdiatna mengatakan, Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu dari 3 kabupaten atau kota yang mendapat bantuan Industri, kecil dan Menengah (IKM) dari Kementerian Perindustrian untuk membangun babrik porang.
“Guna pemanfaatan Pabrik Porang yang dibangun kelak maka Diskoperindag melakukan jemput bola ke hulu dengan menggandeng Koperasi untuk melakukan budidaya Porang,” katanya usai pembukaan Gerakan Tanam Perdana di Rumah Bibit Kampung Cirendeu, Desa Babakanlor, Kecamatan Cikedal, Kamis (19/5).
Suaedi menegaskan, jemput bola pembudidaya dilakukan agar pada saat pabrik mulai beroprasi bahan baku sudah tersedia. Pada dasarnya Diskoperindag berada pada aspek hilir yakni pengolahan dan pemasarannya.
“Akan tetapi demi ketersediaan bahan baku (porang) kelak, maka kami perlu melakukan jemput bola ke hulu menggandeng pembudidaya untuk memastikan ketersediaan bahan baku. Adapun pabrik akan dibangun di Kampung Ciseukeut, Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang,” katanya.
Ketika nanti Pabrik Porang selesai dibangun tentu harus beroperasi dan untuk beroperasi pasti membutuhkan bahan baku yakni Porang. Oleh karena itu Diskoperindag bekerjasama dengan kopearsi Prodesen Berkah Jaya Abadi Indonesia yang bermitra dengan 100 Petani se Kabupaten Pandeglang untuk melakukan Budidaya Porang demi memenuhi suplay Pabrik.
“Terkait Koperasi yang bermitra dengan 100 Petani dari beberapa kecamatan. Jadi nanti antara koperasi dengan petani sistemnya bagi hasil. Kebutuhan Bibit dan prasarana budidayanya disupport dan disediakan oleh koperasi,” katanya.
Jadi petani atau pembudidaya Porang hanya tinggal memelihara saja dengan baik sampai dengan masa panen tiba.
“Dari hasil panen itu nantinya sebesar 50 persen untuk Koperasi, sebesar 40 persen untuk petani.











