SERANG, RADARBANTEN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menolak rencana kegiatan dari organisasi Khilafatul Muslimin yang akan digelar di kediaman KH Fathul Adzim, Kasemen pada Minggu 14 Mei 2023.
Penolakan itu terjadi setelah Ketua MUI Kota Serang KH Hidayatullah diundang oleh Khilafatul Muslimin Jabodetabek.
MUI menegaskan bahwa pihaknya menolak dan tidak akan hadir pada kegiatan kaum Khilafatul Muslimin tersebut yang akan digelar di Kota Serang.
“MUI Kota Serang tidak akan hadir dan menolak kegiatan kaum Khilafatul Muslimin tersebut yang rencananya akan dilaksanakan di Kota Serang,” kata KH Hidayatullah.
Sebelum memberanikan diri untuk mendirikan acara di Kota Serang, ternyata ada empat orang anggota Khilafatul Muslimin coba menyusupi MUI dengan berpura-pura kembali ke jalan yang benar dan ingin dibina oleh MUI Kota Serang.
“Saya melihat kronologis ada 4 orang anggota Khilafatul Muslimin Kota Serang tahun lalu datang ke sini (MUI), untuk menyatakan kembali ke jalan yang benar dan siap dibina oleh MUI,” kata Sekretaris MUI Kota Serang KH Amas Tajudin.
Namun, kata Amas, keempat orang tersebut justru yang ingin melaksanakan kegiatan Khilafatul Muslimin di Kota Serang pada 14 Mei 2023.
“Tapi ternyata teridentifikasi 4 orang itu ternyata yang melaksanakan kegiatan rencana besok di Kasemen itu,” ujar Amas Tajudin.
Amas menjelaskan, penolakan kegiatan Khilafatul Muslimin tersebut karena ingin mendirikan negara Khilafah yang bertentangan dengan UUD 1945.
“Mengapa harus ditolak? Karena Khifalatul Muslimin memiliki kegiatan dan atau kronologis sejarah di berbagai daerah yang beririsan dengan hendak mendirikan negara berdasarkan khilafah, itu bertentangan dengan UUD 1945,” tutur Amas.
Selain itu, Amas menuturkan bahwa sudah dua kali Khilafatul Muslimin mencoba untuk mendirikan sekretariat di Kota Serang, namun ditolak oleh warga.
“Masyarakat muslim Kota serang sudah ada dua kali penolakan terhadap rencana mendirikan markas atau sekretariat Khilafatul Muslimin pertama di Kaujon dan kedua di Pasar Rau,” jelas Amas.
Setelah ditolak warga, datang keempat orang anggota Khilafatul Muslimin tersebut ke MUI Kota Serang namun hanya berpura-pura saja.
“Kedua duanya ditolak warga, sehingga datanglah 4 orang itu kesini dan dia menyatakan kembali ke jalan yang benar, itu cuma sembunyi saja. Istilah kerennya itu Takiyah atau berpura-pura,” tutur Amas.
Reporter : Nahrul Muhilmi
Editor : Mastur











