CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon Idho Meilano merasa prihatin kepada ratusan korban penipuan dengan modus penerimaan karyawan alias lowongan kerja di PT. Doosan Heavy Industries Indonesia dan PT Indonesia Power (IP).
Idho berharap kejadian tersebur tidak kembali terjadi di Kota Cilegon.
“Saya berharap kejadian ini tidak terulang karena akan merusak iklim investasi,” ujar Idho, Rabu 31 Mei 2023.
Idho meminta kepada Pemkot melalui Disnaker Kota Cilegon untuk mengawal dan membantu proses baik hukum maupun mediasi sesuai dengan keinginan para korban, dimana salah satunya adalah uang korban dikembalikan.
Idho juga meminta perusahaan untuk bekerjasama dengan pemerintah atau organisasi terpercaya dalam perekrutan tenaga kerja sehingga kasus penipuan tidak terjadi lagi.
Penipuan dengan modus penerimaan karyawan sebelumnya diungkapkan oleh Sekretaris KNPI Citangkil Muhammad Dawabi.
Menurur Dawabi, korban penipuan diperkirakan mencapai sekira 170 orang dengan total jumlah kerugian yang dialami para korban mencapai Rp90 juta.
PT Doosan adalan main contractor pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 9 & 10 yang berada tak jauh dengan kawasan PLTU PT IP di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Modus yang digunakan oleh pelaku dalam menjalankan aksi penipuan itu adalah dengan menyebarkan informasi lowongan kerja di PT Doosan dan PT IP.
Untuk meyakinkan korban, pelaku membawa sejumlah dokumen dengan logo PT Doosan dan PT IP.
“Ada 170 orang yang jadi korban, dari dalam Cilegon dan luar daerah Cilegon,” ujar Dawabi, Rabu 31 Mei 2023.
Dawabi melanjutkan, awalnya pelaku meminta uang sebesar Rp300 ribu dengan alasan administrasi kepada setiap korban.
Selanjutnya, pelaku meminta uang kembali kepada sejumlah korban yang kekurangan persyaratan administrasi.
Tidak berhenti sampai di situ, bagi korban yang dinyatakan lolos tahap selanjutnya, korban kembali meminta uang.
“Jadi kerugian uang variasi, dari Rp300 ribu sampai Rp2 juta, kalau akumulasi total kerugian sampai Rp90 juta,” papar Dawabi. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Aas Arbi











