PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Syekh Maulana Manshuruddin berdasarkan riwayat memiliki banyak nama panggilan semasa hidupnya.
Syekh Maulana Manshuruddin merupakan salah satu Aulia yang melakukan penyebaran Agama Islam di Kabupaten Pandeglang.
Salah satu jejaknya yang saat ini ramai dikunjungi yaitu Makam Keramat Syekh Maulana Manshuruddin di Desa Cikaduen, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Menurut Juru Pelihara Makam Cikaduen Saepullah, berdasarkan silsilah dan riwayat, Syekh Manshuruddin mempunyai banyak nama panggilan.
“Yang pertama terkenal dengan sebutan Syekh Mansyuruddin. Lalu Sultan Abu Nashir,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 28 Juni 2023.
Lalu, nama panggilan ketiga dikenal sebagai Sultan Abdul Qohar. Nama panggilan keempat Abu Sholih dan kelima Sultan Haji.
“Lima nama panggilan tersebut berdasarkan hasil terjemahan buku yang disimpan secara turun temurun yang ia terjemahkan dari bahasa Arab ke Bahasa Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut Saepullah mengatakan, silsilah atau asal keturunan Syekh Mansyur merupakan putra Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa (Sultan Banten keenam pada tahun 1651 Masehi). Sultan Agung Tirtayasa putra Sultan Abdul Ma’ali Ahmad Kabari (Sultan Banten kelima tahun 1640 Masehi).
Sultan Abdul Ma’ali putra Sultan Abdul Mufakhir Mahmud Abdul Qodir (Sultan keempat pada tahun 1540 Masehi). Sultan Abdul Mufakhir putra Sultan Maulana Ahmad Putra Maulana Yusuf Panembahan Pekalongan ( Sultan Banten kedua).
Sultan Maulana Yusuf putra Sultan Maulana Hasanuddin (Sultan Banten Pertama pada tahun 1522). Sultan Maulana Hasanuddin putra Sunan Gunung Jati Cirebon merupakan salah satu Wali Songo atau Wali Sembilan yang ada di Jawa Barat (yang disebut Syekh Syarif Hidayatullah).











