SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perebutan kursi DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten II akan berlangsung sengit, kandidat yang notabene adalah petahana akan menghadapi tantangan berat.
Tantangan berat itu akan diberikan oleh sejumlah kandidat pendatang baru yang mempunyai latar belakang yang kuat.
Pengamat politik dari Direktur Eksekutif Banten Institute for Governance Studies (BIGS) Ahmad Daelami, menjelaskan, kontestasi Pileg Dapil Banten II ini diramaikan oleh sejumlah nama yang menjadi penantang, pewaris dan petahana yang sudah berkiprah di nasional.
Nama penantang yang jadi sorotan seperti Furtasan Ali Yusuf dari Partai NasDem, yang mana Furtasan dengan backgroud akademiknya diketahui berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Banten.
Kemudian, ada juga mantan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin yang maju sebagak Caleg DPR RI Dapil II dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sementara pewaris ialah Annisa Maharani Alzahra Mahesa dari partai Gerindra. Annisa maju sebagai caleg DPR RI menggantikan ayahnya yakni Almarhum Desmon J Mahesa. Desmon sendiri sebelum wafat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Desmon menjadi tokoh yang berpengaruh ditingkat nasional khususnya di internal partai.
Latar belakang kandidat-kandidat itu dinilai menjadi tantangan berat yang harus dihadapi oleh para petahana.
Jajaran petahana diantaranya, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto dari Partai Amanat Nasional (PAN), Nuraini dari Partai Demokrat, Jazuli Juwani dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ichsan Soelistio dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Tubagus Haerul Jaman dari Partai Golkar.
“Nama-nama yang ada diblok Dapil II ini adalah nama-nama besar yang tentunya di masing-masing partai memiliki posisi-posisi yang sangat-sangat strategis sehingga Dapil II ini menjadi pertarungan yang harus dimenangkan bagi masing-masing partainya,” ujar Daelami kepada Radar Banten, Minggu 11 Februari 2024.
Ia mengatakan, Dapil II akan menjadi atensi nasional bagi partai masing-masing untuk mendulang suara, sebab disana terdapat dua juta suara yang tentunya perolehan suara para caleg ini akan berkolerasi dengan perolehan Capres yang diusung oleh masing-masing partai.
Dikatakannya, baik petahana maupun pewaris bisa bersaing untuk merebutkan enam kursi DPR RI. Mereka memiliki potensinya masing-masing seperti Annisa yang mewarisi pendukung ayahnya yang solid, dan Furtasan dengan backgroud akademisinya.
Namun, langkah mereka tidak akan mudah, meninggat para pertahana juga memiliki basis masa yang solid.
“Saya kira akan sangat menarik karena kalau melihat komposisi yang ada masyarakat Banten khususnya di Dapil II ini masih mempercayakan suara mereka kepada para pertahana karena memang orang-orang tadi sudah memiliki basis massa yang cukup kuat,” ucapnya.
Pria yang memiliki panggilan akrab Gus Amie ini melihat, perebutan kursi DPR RI ini tidak akan terlepas dari faktor finansial dari masing-masing caleg. Kekuatan finansial yang kuat akan bisa membantu caleg untuk menghimpun kekuatan melalui kampanye dan hal lainnya.
Walaupun begitu, Gus Amie menilai jika masyarkast sendiri khususnya di dapil Banten II sudah menjadi pemilih yang cerdas. Yang mana, masyarakat akan memilih dengan menilai visi dan misi dari caleg tersebut.
“Apakah para penantang inj bisa kemudian menggeser para petahana yang ada ? Tergantung, tergantung bagaimana kemudian mereka bisa merebut hati masyarakat Banten, tidak hanya loyalitas loyalisnya, tidak hanya apa namanya visi dan misi yang diusung oleh masing-masing calon tetapi kemudian hal-hal nyata yang sebelumnya itu masyarakat Banten melihat apakah mereka layak untuk duduk di DPR RI pada periode 2019,” tuturnya.
Katanya, masyarakat sendiri akan memilih calon yang bisa menyelaraskan atau memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat itu sendiri. Kinerja dari para pertahana pun kini diuji, jika selama menjabat calon pertahana itu hanya sedikit menyuarakan kebutuhan dasar masyarakat khususnya di dapil Banten II, maka calon itu bisa saja hanya akan sedikit mendapatkan simpati dari masyarakat.
Lebih jauhnya, dirinya berharap para politisi itu dapat saling berebut suara dengan adil, dan fair. Juga menghindari politik uang guna terwujudnya pesta demokrasi yang damai dan berkualitas.
“Kita berharap para wakil rakyat ini bisa bersaing dengan sportif dan menghindari politik uang, agar demokrasi kita ini bisa menghasilkan wakil-wakil yang berkualitas juga,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











