SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan menyediakan lokasi khusus untuk para pedagang musiman selama bulan Ramadan 2024.
Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang setidaknya akan menyediakan kuota sebanyak 84 tenant atau lapak yang nantinya digunakan untuk para pedagang musiman.
Lokasi tersebut akan berpusat di area Serang Plaza dan tidak diperbolehkan untuk membuka lapak di bahu jalan.
Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil mengaku, pihaknya sudah menyiapkan dan mengatur tenant yang akan digunakan para pedagang musiman selama bulan Ramadan.
“Kami sudah mengatur ploting areanya, supaya lebih tertib dan rapih. Kami juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk segala persiapan dan biasanya pedagang juga berasal dari masyarakat Pasar Lama. Nanti kami akan menempatkan sebanyak 84 pedagang musiman di bulan ramadan ini,” ujar Wahyu, Kamis, 7 Maret 2024.
Wahyu menjelaskan, penyediaan tempat tersebut agar para pedagang tidak berjualan di sempadan jalan yang diperuntukkan untuk lahan parkir.
Pasalnya, kata dia, selama ini banyak masyarakat yang mengeluh kemacetan dan kesulitan untuk parkir ketika mengunjungi Pasar Lama.
“Makanya, kami siapkan tempat di area Serang Plaza, jadi tidak menganggu tempat parkir. Kami melarang pedagang berjualan di bahu jalan. Tentunya tidak akan mengganggu pasar kuliner malam,” katanya.
Sementara, masih Wahyu, terkait pasar Ramadan di kawasan Masjid Agung Ats-Tsauroh bukan kewenangan dari Dinkopukmperindag Kota Serang.
Sebab, lokasi tersebut merupakan tanggung jawab langsung dari pengelola Yayasan Ats-Tsauroh atau DKM.
“Kalau masjid agung dari dulu kami tidak pernah menangani itu, dan di luar koordinasi kami. Adapun sekarang ada kebijakan kalau di sana tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk berjualan, seharusnya pengelola DKM berkoordinasi dengan kami,” jelasnya.
Menurutnya, Pemkot Serang memiliki sejumlah tempat dan fasilitas yang bisa menampung para pedagang musiman di bulan Ramadan.
“Sebenarnya kami punya banyak tempat, seperti di Kepandean juga bisa digunakan. Tapi kalau minta ditampung di Serang Plaza tidak bisa, karena tempatnya tidak mencukupi. Mereka juga tidak ada koordinasi dengan kami,” ujarnya. (*)
Editor: Agus Priwandono










