SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Didorong untuk maju oleh sejumlah kalangan, dan memiliki rencana memperbaiki Kota Serang menjadi alasan Achmad Herwandi siap bertarung di Pilkada Kota Serang 2024.
Achmad Herwandi yang kini menjadi Ketua Forum Honorer Kota Serang itu mengaku banyak pihak yang membuat dirinya membulatkan niat untuk maju di Pilkada Kota Serang.
“Saya berpolitik untuk kebaikan, dan maju juga tidak ada sedikitpun didorong oleh hasrat pribadi, tapi karena dorongan dari banyak pihak. Ditambah latar belakang saya, saya merasa apa yang kami cita-citakan belum terwujud,” ujar Herwandi dalam diskusinya bersama LMND Banten yang bertajuk “Tanya Aktivis 98”, Sabtu 23 Maret 2024.
Herwandi mengatakan, dirinya juga mengajak kaum mudan dan semua sektor yang menginginkan perubahan untuk bergerak bersama.
“Kaum muda dan semua sektor yang ingin perubahan harus bergerak bersama memperbaiki keadaan, yang saat ini masih jauh dari harapan adil dan makmur,” katanya.
Ia menjelaskan, dalam perjalanan hidupnya, dia memiliki latar belakang aktivis yang getol menggerakkan massa untuk demonstrasi sejak Orde Baru.
“Latar belakang saya memang dari organisasi gerakan sejak masih menjadi mahasiswa. Situasi yang mengharuskan saya terjun untuk itu,” katanya.
Ia juga mengaku aktif dalam melakukan advokasi persoalan-persoalan rakyat, dan mengorganisasikannya untuk menentang rezim Orde Baru saat itu.
Ia juga sempat mendirikan berbagai organisasi, seperti Dewan mahasiswa Universitas Mataram, Fornt Aksi Reformasi Total (FAir Total), hingga LMND. Dia juga pernah menjadi Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Organisasi yang kita bangun dulu dijadikan alat perlawanan, kerja-kerjanya juga mengadvokasi persoalan-persoalan rakyat. Dulu kita tidak pernah takut meskipun situasinya represif,” ucapnya.
Ketika kembali ke Banten, dia kemudian kembali terlibat aktif dalam mengadvokasi masyarakat yang menghadapi persoalan. Dia turut mendirikan LBH Rakyat Banten, sebagai salah satu lembaga bantuan hukum yang aktif melakukan pendampingan kepada masyarakat yang memiliki persoalan hukum saat menyuarakan keadilan.
“Saat pulang ke Banten, saya dan kawan-kawan mendirikan LBH Rakyat Banten, dan turut aktif mengadvokasi kasus-kasus rakyat. Seperti pendampingan masyarakat Pulau Pari, Pulau Sangiang, hingga masyarakat Baros-Cadasari saat berhadapan dengan perusahaan Mayora,” ujarnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











