SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah kursi yang belum terisi atau kosong di SMA negeri di Banten masih fluktuatif. Terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten merilis jumlah kursi yang belum terisi yaknk 6.515 kursi. Kini, jumlahnya semakin berkurang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengungkapkan, setiap hari, jumlah kursi yang belum terisi saat PPDB fluktuatif. “Karena ada yang terisi dari jalur afirmasi,” ujar Tabrani saat ditemui di sela-sela pembukaan dan pembinaan MPLS tingkat SMA, SMK, dan SKh negeri di Banten di SMKN 4 Kota Serang, Senin, 15 Juli 2024.
Kata dia, penerimaan peserta didik baru untuk di kursi kosong masih dapat dilakukan sampai 31 Agustus yang merupakan batas akhir cut off Dapodik.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, dalam perkembangannya, jumlah kursi kosong tidak lagi sebanyak 6.515. “Sedang kita petakan datanya, bahwa ada ketimpangan wilayah. Di Lebak, lebih banyak kursi kosongnya,” ujar Al.
Ia menegaskan, kepala daerah punya ruang untuk mengambil kebijakan-kebijakan dalam pengisian kursi kosong pada PPDB tahun ini. “Pertama, saya pro betul dengan yang tidak mampu. Maka afirmasi menjadi prioritas,” ujarnya. Apabila itu juga tidak terpenuhi dan masih ada kosong, maka pengisian kursi kosong akan diisi oleh para siswa yang berprestasi. “Bila prestasi masih belum juga, kita akan ke zonasi. Prinsipnya begitu,” ujarnya.
Kata dia, apabila ada masyarakat yang bertanya terkait kursi kosong itu, ia menjelaskan sistem dan normanya. “Siapapun yang menanyakan di ruang publik atau individu, kita bicara tentang sistem dan aturan serta koridor,” tegas Al.
Editor : Merwanda











