PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Pandeglang, Fitron Nur Ikhsan-Diana Jayabaya, diantar ribuan pendukung dan relawan saat mendaftar ke KPU Pandeglang.
Fitron-Diana berangkat ke KPU dengan berjalan kaki dari DPD Golkar Pandeglang sejauh 1,9 kilometer. Prosesi pendaftaran ini dimeriahkan oleh iring-iringan marching band. Para pendukung mengenakan pakaian putih bergambar pasangan Fitron-Diana, serta beberapa pakaian dengan ikon unik lainnya.
Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Pandeglang, Fitron-Diana, tiba di KPU sekitar pukul 11.20 WIB, diiringi ribuan pendukung. Dari pantauan RADARBANTEN.CO.ID, Fitron tampil ala santri dengan sarung, peci, kemeja putih, dan jas, sementara Diana mengenakan kemeja putih dengan hijab hijau.
Teriakan yel-yel semangat terdengar lantang dari relawan dan tim yang mengantarkan Fitron-Diana mendaftar sebagai peserta Pilkada Pandeglang 2024. Berbagai atribut partai pengusung juga terlihat di sepanjang iring-iringan.
Para relawan dan simpatisan berasal dari berbagai elemen masyarakat, seperti santri, kiai, anak muda, serta pimpinan partai politik pengusung. Mereka kompak mengenakan pakaian serba putih, menambah semarak suasana.
Bakal calon Bupati Pandeglang, Fitron Nur Ikhsan, menyampaikan bahwa pasangan Fitron-Diana telah menyerahkan berkas pendaftaran untuk Pilkada Pandeglang 2024. Fitron berharap proses ini berjalan lancar.
“KPU Pandeglang keren, alhamdulillah hari ini kami sudah memasrahkan berkas kami, semoga Allah memudahkan jalannya,” kata Fitron, Rabu 28 Agustus 2024.
Saat ditanya alasan memilih berjalan kaki ke KPU, Fitron mengaku awalnya ketika dibayangkan jaraknya terasa jauh, namun setelah dilalui, ternyata tidak sejauh yang dibayangkan.
“Ini adalah simbol memulai dengan memperbaiki langkah dan jalan. Pandeglang perlu perbaikan mindset dan strategi pembangunan. Hari ini, kita mulai perbaiki langkah, perbaiki jalan. Insya Allah Fitron-Diana menang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, alasan mengenakan busana ala santri saat mendaftar Pilkada Pandeglang 2024, karena pendekatan pembangunan yang diusung Fitron-Diana berbasis budaya santri.
“Oh iya, karena mindset kita berbasis santri. Jadi, kami ingin memulai semua pembangunan dengan mengutamakan budaya santri dan thoriqoh, ngaji. Itu prinsip dalam visi misi kami,” ucapnya.
Fitron juga menegaskan bahwa pencalonannya didorong oleh keinginannya untuk membawa perubahan baru di Pandeglang. Menurutnya, Pandeglang perlu berani melakukan sesuatu yang berbeda, terutama dalam hal perubahan dan pembenahan.
“Terkait tagline ‘perbaiki langkah, perbaiki jalan’, kami menilai ada dua hal utama yang perlu diperbaiki di Pandeglang: mindset dan strategi pembangunan. Selama ini, Pandeglang selalu mengeluh soal keterbatasan fiskal, sehingga pembangunan tidak optimal,” tuturnya.
Ia menambahkan, pentingnya perbaikan mindset untuk bisa mengatasi keterbatasan anggaran.
“Jika anggaran terbatas, bukan berarti kita tidak bisa menata. Mindset inilah yang harus diubah,” lanjutnya.
Untuk itu, Fitron menyebut ada beberapa pola dan konsep yang akan diterapkan untuk mewujudkan perubahan di Pandeglang, termasuk dengan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita harus berstrategi meningkatkan PAD untuk menambah fiskal. Setelah mindset diperbaiki, strategi pembangunan harus diubah. Dengan Fitron-Diana, dalam 5 tahun ke depan, insyaallah infrastruktur jalan akan lebih optimal,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia











