LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Korban Banjir Bandang dan Longsor di Cigobang. Diketahui saat ini Pemkab Lebak melalui Bupati Lebak Hasbi Jayabaya sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mengusulkan percepatan relokasi bantuan korban banjir bandang.
Dalam hal itu, Pemkab Lebak berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat.
Bupati Lebak Hasbi Jayabaya meyampaikab bahwa rapat yang digelar dalam melakukan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat di Cigobang.
“Wewenang dan tugas kami sudah selesai yakni penyediaan lahan, baik yang cipanas 94 unit dan baik yang di Lebakgedong 221 unit. Tapi kita tahu memang ada proses pemisahan nomenklatur nama Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat,” kepada Radar Banten saat berada di Pendopo Kecil.
Hasbi menyampaikan, terkait kendala tersebut dirinya sudah berkoordinasi BNPB. Menurutnya dari bahasanya tersebut ketemulah kendala-kendala dan yang paling utama yakni kendala anggaran.
“Kemarin saya sempat berkomunikasi dengan Kepala BNPB Suharyanto bahwa ini saya tidak pengen ini menjadi dana anggarannya sumbernya dari rehabilitasi dan rekonstruksi. Saya inginnya dari dana DSP (dana siap pakai), karena ini sudah berjalan lama,” tuturnya.
“Kalau dana rehab rekon itu ada skala waktu ditentukannya , tiga tahun itu sudah selesai sedangkan bencana yang terjadi tahun 2020, di tahun ini artinya sudah tahun kelima nih. Tapi BNPB meminta waktu agar BNPB berkoordinasi terlebih dahulu bersama kementerian keuangan, ini ujung-ujungnya adalah apa kebutuhan anggaran,” sambungnya.
Ia melanjutkan, sangat memahami kegelisaan warga, namun Pemkab bukan tanpa usaha, ditargetkan ratusan keluarga yang ada di Huntara Cigobang segera mendapatkan Huntap.
“Artinya kami memahami kondisi keuangan bangsa yang saat ini ekonomis dan tidak baik-baik saja tapi di sini pun ada hak rakyat yang perlu kita perjuangkan. Nah yang 94 unit ini kita sedang menunggu proses antara BNPB dan Kementerian Keuangan kami sudah menyediakan lahan yang kedua adalah yang di Lebakgedong 221 unit, nah yang 221 unit ini akan dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat,” pungkasnya.
Hal serupa diungkapkan, Febby Rizky Pratama Kepala BPBD Lebak, yang menuturkan bahwa hasil dari Rakor Percepetan Pembangunan Huntap Korban Bandang yakni Pemkab Lebak melalui bupati memberikan kordinasi agar pembangunan Huntap segera dipercepat.
“Jadi pada intinya, Pak Bupati memang memiliki penekanan bahwa dari sejak awal, Pak Bupati ini mengawal dengan rencana sampai kemudian pengurusan ini dengan lahan,” terang Febby usai mengikuti di Pemda Lebak.
Ia mengakui memang terdapat kendala, tetapi Pemkab Lebak memastikan bahwa tidak tinggal diam dalam memberikan Huntap kepada warga korban banjir bandang di Cigobang.
Editor: Bayu Mulyana











