LEBAK – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lebak memprediksikan kebutuhan hewan kurban untuk Lebaran Idul Adha tahun 2025 ini mencapai 6.200 ekor hewan kurban baik sapi, kerbau dan kambing.
Rinciannya sapi 1.350, kerbau 350, domba 4.300 dan kambing 200 ekor.
“Kalau lihat trennya (hewan kurban yang disembelih) naik. Untuk tahun ini kita belum bisa memprediksikan apakah akan naik atau tetap atau mungkin turun. Domba atau kambing biasanya lebih banyak dipilih oleh masyarakat untuk berkorban,” kata Kepala Disnakkeswan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar, Selasa 3 Juni 2025.
Dia mengatakan, untuk kebutuhan ternak sapi biasanya dapat terpenuhi dari pulau Jawa dan lokal. Sementara untuk kerbau dipasok dari ternak lokal di Lebak.
“Sementara untuk suplay kambing atau domba berasal dari daerah Cianjur, Sukabumi Jawabarat. Domba dari luar seperti Cianjur itu tetap harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) daerah asal hewan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dan mencegah munculnya Penyakit Mulut Kuku (PMK) pihaknya terus melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sejumlah hewan ternak kurban dengan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
Dalam melakukan pemeriksaan terhadap hewan korban, sebut Rahmat Disnak menerjunkan dokter hewan untuk melakukan pengecekan fisik kesehatan terhadap hewan ternak yang diperjual belikan oleh para pengusaha hewan untuk dijadikan hewan kurban.
“Tetunya, bila hasil pemeriksaan hewan kurban yang dijual belikan, kita temukan ada hewan kurban yang tak layak. Maka, kita meminta kepada penjual untuk memisahkannya dan tidak dijual,” ujarnya.
Sementara itu Aang penjual hewan kurban di Desa Aweh Kecamatan Kalanganyar, memprediksi penjualan hewan kurban tahun ini tidak akan berbeda jauh dengan tahun sebelumnya.
“Kemungkinan lebaran Idul Adha tahun ini jumlah penjual hewan kurban trennya sama dengan tahun lalu,” kata Aang yang sudah menjadi penjual hewan ternak selama 11 tahun ini.
Kata dia, domba yang dijualnya berasal dari Cianjur, Jawabarat dengan harga berpariasi mulai dari Rp 5 juta juta hingga Rp 8 juta tergantung dengan bibir besarnya hewan.
“Insya allah hewan kurban yang saya layak untuk dikonsumsi. Karena kesehatannya terus dijaga,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











