CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Penanggung jawab aksi sekaligus Ketua LSM Gapura, Husen Saidan, memberikan klarifikasi soal kehadiran sejumlah anggota DPRD Kota Cilegon dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), Oktober 2024 lalu.
Ia menegaskan bahwa kehadiran para wakil rakyat tersebut bukan untuk berorasi atau mendukung aksi, melainkan hanya menyaksikan secara langsung proses penyampaian aspirasi warga.
Hal itu disampaikan Husen saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (23/6). Ia merespons munculnya kembali video aksi yang menampilkan sejumlah anggota DPRD di lokasi demonstrasi.
“Video itu asli. Tanggal 24 Oktober, mereka (anggota DPRD) memang diundang secara langsung. Bukan untuk berorasi, tapi untuk menyaksikan langsung proses penyampaian aspirasi. Mereka hadir karena diminta oleh warga agar memfasilitasi dan mengawal proses dialog,” ujar Husen.
Husen menjelaskan, dalam aksi tersebut masyarakat menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak LCI. Salah satunya adalah permintaan agar masyarakat lokal dilibatkan dalam kesempatan kerja.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar komite yang mengatasnamakan masyarakat namun tidak memiliki badan hukum segera dibubarkan.
“Saat itu pihak Lotte saya kira sudah koperatif kami sudah bertemu dan berdialog, Lotte sudah menyetujui beberapa tuntutan masyarakat juga seperti agar pendaftaran dilaksanakan secara offline, yang tadinya online itu sudah di laksanakan,” ucapnya.
Ia membantah adanya tudingan bahwa aksi tersebut berkaitan dengan rebutan limbah besi. Menurutnya, tuduhan semacam itu tidak berdasar dan justru bisa merusak citra gerakan masyarakat.
“Isu rebutan skrap itu tidak benar. Dari awal kami tidak pernah meminta skrap. Tuduhan semacam itu membunuh karakter kami sebagai warga yang hanya ingin menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Husen juga mengapresiasi langkah anggota DPRD yang hadir dalam aksi karena telah membantu meredam potensi kericuhan. Ia menyebut, keberadaan para wakil rakyat tersebut berkontribusi menjaga ketertiban.
“Saya sebagai penanggung jawab aksi bersyukur, kehadiran anggota Dewan membuat massa tetap tertib dan tidak terprovokasi. Bahkan ketika Dewan menyampaikan imbauan agar tidak anarkis, alhamdulillah massa mengikuti dan situasi tetap kondusif,” ucapnya.
Aksi yang digelar pada Oktober lalu itu, lanjut Husen, telah melalui prosedur yang sah. Pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada aparat penegak hukum dan aksi tersebut dijaga langsung oleh aparat.
“Kami sudah sesuai prosedur. Ada surat ke APH, aksi dikawal aparat, dan tidak ada pemaksaan. Kami tidak pernah merangsak masuk atau melakukan tindakan di luar ketentuan,” pungkasnya.
Namun ia tidak menampik bahwa ada aksi susulan yang dilakukan oleh kelompok yang berbeda yang dilakukan secara anarkis, salah satunya dengan melakukan sweeping ke dalam pabrik.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











