KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten mencatat realisasi investasi sebesar Rp 29,7 triliun pada Triwulan II 2025 (April–Juni), angka yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap berbagai daerah di Banten.
Mayoritas investasi berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 20,1 triliun atau 68 persen, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 9,6 triliun atau 32 persen.
“PMDN tumbuh 58% y-o-y dan 33,1% q-o-q, sedangkan PMA meningkat 52,5% y-o-y namun turun 39,6% q-o-q,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, Kamis, 14 Agustus 2025.
Investasi terbesar terpusat di Kota Cilegon Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kota Tangerang, dengan sektor unggulan meliputi industri manufaktur, kimia, perumahan, dan transportasi. Ini menunjukkan adanya diversifikasi yang menguat dalam perekonomian Banten.
Dari total investasi tersebut, tercatat 42.148 proyek berjalan, terdiri dari 34.820 proyek PMDN dan 7.328 proyek PMA. Realisasi investasi ini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 45.601 orang, di mana 45.075 adalah tenaga kerja Indonesia dan 526 tenaga kerja asing. “Pemerintah daerah menilai tren positif ini menunjukkan iklim investasi di Banten semakin kondusif, didukung kemudahan perizinan dan potensi sektor unggulan di wilayah tersebut,” katanya.
Dengan kondisi ini, Banten diproyeksikan akan terus menjadi magnet investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja baru.
Editor : Merwanda











