PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari layanan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pandeglang hingga pertengahan Maret 2026 baru mencapai sekitar Rp300 juta.
Angka tersebut masih jauh dari target PAD yang ditetapkan pemerintah daerah tahun ini sebesar Rp1,5 miliar.
Kasubag Tata Usaha UPT Labkesda Pandeglang Kamaludin mengatakan, capaian tersebut setara sekitar 20 persen dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Target PAD dari layanan laboratorium tahun ini sebesar Rp1,5 miliar. Sampai pertengahan Maret realisasinya sekitar Rp300 juta atau kurang lebih 20 persen,” kata Kamaludin, Rabu 11 Maret 2026.
Menurutnya, rendahnya capaian PAD salah satunya dipengaruhi oleh menurunnya jumlah kunjungan masyarakat untuk pemeriksaan laboratorium selama bulan Ramadan.
“Karena sekarang juga bertepatan dengan bulan puasa, jadi kunjungan pemeriksaan laboratorium menurun. Penurunannya sekitar 30 persen dibandingkan bulan biasanya,” ujarnya.
Kamaludin menjelaskan, tarif layanan laboratorium yang menjadi sumber PAD bervariasi, tergantung jenis pemeriksaan yang dilakukan masyarakat.
Sebagai contoh, tarif pemeriksaan gula darah dikenakan sekitar Rp15 ribu. Sementara pemeriksaan lain seperti asam urat maupun tes kesehatan lainnya memiliki tarif yang berbeda.
“Tarifnya berbeda-beda sesuai jenis pemeriksaan. Ketentuan tarif ini mengacu pada Peraturan Bupati Pandeglang Nomor 69 Tahun 2023,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sumber pemasukan terbesar Labkesda berasal dari kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik.
“Pendapatan terbesar kita berasal dari kegiatan Prolanis yang rutin bekerja sama dengan BPJS melalui puskesmas dan klinik,” katanya.
Selain itu, Labkesda juga memperoleh pemasukan dari layanan pemeriksaan kualitas air bersih serta pengujian bahan tambahan pangan yang menjadi salah satu persyaratan dalam proses perizinan usaha.
Untuk meningkatkan pendapatan, pihaknya berencana memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan setelah Ramadan, terutama dalam kegiatan Prolanis.
“Setelah puasa nanti kita akan menyusun kembali strategi untuk meningkatkan kegiatan Prolanis, bekerja sama dengan FKTP seperti puskesmas dan klinik yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.
Meski demikian, Kamaludin mengakui masih ada kendala dalam meningkatkan pendapatan. Salah satunya karena sebagian fasilitas kesehatan swasta belum maksimal menjalankan kegiatan Prolanis.
“Untuk klinik atau fasilitas kesehatan swasta kegiatan Prolanisnya masih belum terlalu intens, sehingga kontribusinya belum maksimal,” katanya.
Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya Labkesda Pandeglang berhasil melampaui target PAD dengan capaian sekitar Rp1,6 miliar.
“Kami tetap optimistis target Rp1,5 miliar tahun ini bisa tercapai,” pungkasnya.
Editor Daru











