PANDEGLANG – Reaktivasi (pengaktifan kembali) jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan oleh pemerintah pusat, segera dimulai. Anggaran yang disediakan sebesar Rp1 triliun, dengan target pengoperasian paling lambat tahun 2020.
Kepala Seksi (Kasi) Penataan Jaringan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkereta Apian Kementerian Perhubungan Jumanto mengatakan, jalur kereta api sepanjang 52 kilometer tersebut bisa dipergunakan oleh masyarakat pada tahun 2020 mendatang. “Sekarang masih dalam tahap perencanaan teknis, mulai dari masterplan, uji kelayakan, dan uji fisik. Tahun ini detail desain dan amdal. Untuk amdal kita akan lakukan di tahun depan,” katanya usai rapat koordinasi dengan Pemkab Pandeglang di Pendopo Bupati, Kamis (10/11).
Menurut Jumanto, tidak semua jalur kereta Rangkasbitung-Labuan direaktivasi. Soalnya, ada beberapa hal, salah satunya persaingan dengan moda transportasi darat lainnya. “Mengingat kereta api juga harus mengakomodir perjalanan dan ketepatan waktu. Maka, lengkung di setiap jalur kereta juga akan diperbaiki, agar kecepatan kereta seimbang dengan jalan raya,” katanya.
Ditanya soal pembebasan lahan, kata Jumanto, pemerintah belum bisa melakukan hal itu. Soalnya, harus menyelesaikan semua proses perizinan terlebih dahulu. “Pembebasan lahan nanti setelah ada amdal, karena harus ada izin lingkungannya. Kalau luasannya mungkin sudah di studikan, jadi setelah amdal baru ada langkah lainnya,” katanya.
Jumanto menjelaskan bahwa upaya menghidupkan kembali transportasi kereta api tidak mudah. Kendala di antaranya seperti rel kereta api yang sudah rusak dan lainnya. “Kendala di lapangan banyak, salah satunya adalah mengganti trek, jembatan kereta yang tidak berfungsi, stasiun kereta yang sudah beralih fungsi, dan lain sebagainya. Kalau untuk anggaran yang kita gunakan sampai semuanya beroperasi sekira Rp1 triliun,” ujarnya seraya mengatakan, tujuan dihidupkannya jalur kereta api di Kabupaten Pandeglang sebagai salah satu sarana penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Pandeglang Yahya Gunawan mengatakan, Pemkab Pandeglang akan bekerja sama untuk mewujudkan hal tersebut. “Kesiapan kita akan ajukan kepada pimpinan untuk membentuk tim percepatan, tugasnya mengomunikasikan antara kepala daerah di kabupaten kota dengan pemerintah pusat,” katanya.
Bupati Irna Narulita berharap, pengerjakan proyek tersebut segera diselesaikan agar perekonomian masyarakat bisa cepat maju. “Kami harap tahun 2018 atau 2019, jalan kereta api sudah dapat digunakan. Karena dengan begitu, ekonomi masyarakat akan hidup, khususnya yang tinggal di sekitar jalan kereta tersebut,” ujarnya. (Adib/Radar Banten)









