SERANG – Showroom gerabah yang berlokasi di depan kantor Desa Citeureup, Kecamatan Ciruas, tidak difungsikan dengan baik. Hal tersebut karena tidak terakomodasinya para perajin gerabah di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas.
Showroom gerabah yang diresmikan sejak 2015 lalu terlihat sepi dan tidak difungsikan. Pintu showroom tampak tertutup rapat dan tidak ada perajin gerabah yang menggunakannya.
Suhaemi, koordinator perajin gerabah di Desa Bumijaya, mengatakan bahwa showroom tersebut sudah lama tidak digunakan lantaran tidak terakomodasinya para perajin gerabah yang ingin memasarkan barangnya.
Terkait rencana penggunaan showroom tersebut, dirinya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan perajin lainnya. Namun, tidak ada respons yang baik. “Mereka bilangnya, dijual di lokasi produksi juga sudah banyak yang beli, jadi tidak usah dijual di mengaku lagi,” katanya saat dihubungi melalui telepon selular, Senin (20/2).
Selain itu, kata Suhaemi, kendala lainnya karena tidak tersedianya fasilitas yang memadai di dalam showroom seperti etalase untuk menyimpan gerabah. “Saya belum punya dana. Kalau sudah punya, penginnya difungsikan lagi,” jelasnya.
Penggunaan showroom gerabah tersebut, lanjut Suhaemi, terbuka untuk seluruh para perajin gerabah melalui koperasi. “Itu sebetulnya ada pengurusnya,” ungkapnya.
Menurut dia, keberadaan showroom tersebut dianggap penting untuk meningkatkan sistem pemasaran gerabah Banten yang sudah mendunia. “Kami sudah coba ajukan untuk pengadaan etalase, tapi di dinasnya keburu rotasi jabatan, jadi aksesnya susah lagi,” teranagnya.
Sekretaris Camat Ciruas Heri Sosiawan mengatakan, pihaknya terus mendorong para perajin gerabah untuk menggunakan showroom tersebut. “Ada gerabahnya di dalam, tapi belum digunakan dengan maksimal,” katanya.
Meskipun demikian, ia mengatakan, keberadaan showroom tidak menjadi hal yang vital bagi para perajin. Menurutnya, yang harus diperhatikan adalah kelancaran para perajin dalam memproduksi gerabah. Salah satu yang mendukung para perajin, yaitu tersedianya akses jalan yang bagus. “Sekarang kan akses jalan ke sana buruk, itu yang sedang kita upayakan,” jelasnya.
Heri menambahkan, potensi gerabah Banten harus menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah karena pemasarannya sudah dikenal di berbagai daerah. “Potensinya bagus, harus didukung dengan sarananya,” ujarnya. (Rozak/Radar Banten)









