SERANG – Dari 12,2 juta penduduk Banten, masih ada 7, 75 persen penduduk yang tidak bekerja alias pengangguran. Padahal mereka merupakan usia produktif yang bisa diberdayakan melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Pemprov Banten terus berupaya menekan jumlah pengangguran dengan berbagai program, diantaranya menyediakan lapangan kerja melalui pameran bursa kerja (job fair), kerjasama dengan dunia industri dan pihak swasta lainnya serta memberikan pelatihan khusus calon pencari kerja melalui balai kerja.
Namun upaya pemerintah masih belum efektif, sebab banyak diantara pengangguran yang hanya mengantongi ijazah SD, SMP dan SMA, sehingga mereka tidak mampu bersaing mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Untuk itu kami berkomitmen membantu pemerintah daerah untuk mencetak ribuan pengusaha baru yang bergerak dalam usaha peternakan dan pertanian, sehingga bisa memperbanyak lapangan kerja baru di Banten,” kata Nur Iswan, pimpinan Kesatriaan Enterpreneur Indonesia (KEI) disela kegiatan Pelatihan Manajemen Keuangan dan Akses
Permodalan untuk UMKM, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Sabtu (26/8).
Pelatihan yang diberikan KEI, lanjut Iswan, diberikan kepada pelaku UMKM tidak hanya dari Banten, ada juga perwakilan dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Peserta merupakan usahawan yang menggeluti usaha di sektor peternakan dan pelaku usaha perdagangan komoditas pangan. Pelatihan ini merupakan upaya KEI untuk menciptakan pengusaha generasi baru serta memperkuat pelaku UMKM agar mampu dan memberikan sumbangsih dalam penguatan fondasi nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, wirausahawan-wirausahawan muda tidak akan tangguh dan tidak akan berhasil jika hanya melalui pelatihan semata. Oleh sebab, KEI mendesain program yang komprehensif, mulai dari pelatihan, pendampingan, fasilitasi akses permodalan, serta membangun jejaring pasar.
“Untuk itu kami berkolaborasi dengan Bank BBJ, PT. Pangan Makmur Perkasa dan PT. Widodo Makmur Unggas. Kolaborasi ini diharapkan menjadi triger bagi peserta setelah mengikuti pelatihan,” jelasnya.
Sementara Ali Mas’adi, Direktur PT Widodo Makmur Perkasa menambahkan, pihaknya yang selama ini melakukan kegiatan usaha di sektor pangan, khususnya pembibitan dan penggemukan sapi, beras, jagung dan kedelai siap membantu pelaku UMKM di Banten untuk mengembangkan usahanya. “Untuk memperbanyak lapangan kerja di Banten, pelaku UMKM harus berhasil dalam menjalankan usahanya,” katanya.
Selama ini, lanjut Ali, pihaknya sudah memfasilitasi pelaku UMKM di Pulau Jawa dan NTB bekerjasama dengan KEI dan perbankan.
Sebelumnya, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan mengatakan, Dinas Pendidikan (Dindik) berada pada gugus terdepan dalam meningkatkan mutu lulusan SMA dan SMK agar link and mach dengan dunia industri.
“Alumni pendidikan berkontribusi pada jumlah pengangguran, untuk itu khususnya lulusan SMK harusnya sudah siap pakai dan terserap pasar industri,” katanya.
Fitron menambahkan, untuk menekan jumlah pengangguran, bukan hanya khususnya lulusan tanggungjawab Dindik, tapi juga tanggungjawab OPD lain seperti Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Koperasi dan UMKM. “Ke depan harus ada pelatihan yang terintegrasi antara OPD itu, sehingga pencari kerja yang hanya lulusan SMP dan SMA/SMK bisa diberikan pelatihan keterampilan, bekerjasama dengan swasta,” jelasnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









