SERANG – Ada lima potensi bencana yang mengancam Kota Serang. Di antaranya, banjir, kekeringan, angin puting beliung, longsor dan kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Golib Abdul Mutalib mengatakan Kecamatan Kasemen termasuk wilayah paling lengkap rawan bencana, kecuali longsor. Daerah rawan longsor yaitu di Kecamatan Taktakan.
“Kecamatan Kasemen itu kekeringan dalam arti ada air, cuma sulit mengonsumsi air untuk kebutuhan mandi atau pun minum karena asin,” kata dia usai pembukaan pelatihan simulasi penanggulangan bencana, di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (21/11).
Dalam menanggulangi kebencanaan, dikatakannya, ada unsur pengarah OPD keterkaitan kebencanaan. Yakni Dinas Kesehatan, Tagana, Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Serang.
“Penyebabnya di sini, pengusaha banyak yang tidak memperhatikan saluran air. Kemudian, masyarakat masih banyak yang tidak sadar terhadap sampah,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang Sulhi mengatakan masalah bencana alam yang terjadi di Kota Serang cukup banyak. Seperti banjir yang melanda kampung dan lahan pertanian sehingga mengganggu masyarakat.
“Tanah longsor pernah terjadi di Taktakan,” ucapnya pada media, Selasa (21/11).
Dikatakannya, perlu adanya koordinasi semua pihak dalam menanggulangi terjadinya bencana. “Baik masyarakat dan stakeholder terkait harus saling bersinergi,” tuturnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)









