PULOMERAK – Para pemudik yang menggunakan kendaraan umum diminta untuk mewaspadai aksi kejahatan pembiusan. Arus mudik yang diikuti oleh jutaan orang menjadi momentum yang sangat rawan berbagai kejahatan, salah satunya dengan pembiusan.
Kepala Dinkes Kota Cilegon dr Arriadna menjelaskan, ada berbagai macam modus yang bisa dilakukan oleh para pelaku kejahatan untuk melakukan pembiusan. Salah satunya dengan memberikan makanan atau minuman.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap segala tawaran dari orang yang tidak dikenal,” kata Arriadna, Minggu (10/6).
Arriadna mengaku, sudah lama ikut memantau arus mudik melalui Pelabuhan Merak. Kasus seperti itu memang kerap terjadi, khususnya pada masa puncak arus mudik.
“Biasanya dibiusnya sejak masih di mobil, sadar-sadar di pelabuhan sudah linglung dan barang bawaannya sudah tidak ada,” kata Arriadna.
Untuk mengantisipasi aksi kejahatan tersebut, menurut Arriadna, perlu peran serta bersama masyarakat. “Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan kepolisian saja tidak cukup. Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk menghindari aksi kejahatan itu,” katanya.
Kewaspadaan menjadi kunci mengantisipasi kejahatan itu karena para pelaku mengincar masyarakat yang lengah dan terlihat lelah. “Dinkes membangun posko kesehatan, kalau lelah bisa datang istirahat dan cek kesehatan agar kembali bugar dan fokus,” kata Arriadna.
Selain waspada, Arriadna pun menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik pada malam hari. Karena bukan hanya rentan kejahatan pembiusan saja, tapi juga rentan bentuk kejahatan lainnya.
Untuk mengawal arus mudik, lanjut Arriadna, Dinkes Kota Cilegon membangun sejumlah posko di sepanjang jalur mudik. Misalnya di Jalan Lingkar Selatan, land mark Kota Cilegon, Terminal Terpadu Merak, dan Pelabuhan Merak.
Imbauan yang sama pun keluar dari Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Herdi Jauhari. Dia berharap, masyarakat tidak semuanya melakukan perjalanan malam hari. “Selain rawan kejahatan, juga rawan kecelakaan,” ujarnya.
Terkait arus mudik, menurut Herdi, meski sudah mengalami peningkatan jumlah pemudik, sejauh ini terpantau lancar. Belum ada penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan panjang. “Situasi arus mudik didominasi oleh kendaraan roda empat terpantau ramai lancar. Khusus kendaraan roda dua di arahkan masuk Dermaga Vl, terpantau lancar tidak ada antrean,” katanya. Hingga Minggu (10/6), pada pukul 08.00 WIB, total penumpang 114.424 orang. Sedangkan roda dua sebanyak 8.639 unit, roda empat 13.079 unit, bus 557 unit, truk 1.664 unit, dengan total kendaraan sebanyak 23.939 unit. (Bayu M/RBG)







