PANDEGLANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin meminta kepada semua umat muslim agar menjaga kerukunan antar umat beragama.
Sikap itu, kata dia, harus dilakukan agar Kabupaten Pandeglang tetap menjadi daerah aman dan tidak mengalami perpecahan di kalangan masyarakat.
Menurut Pery, umat Islam di Pandeglang memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Sebagai daerah yang terkenal dengan sejuta santri seribu ulama, warga Pandeglang harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat di Banten mengenai toleransi antar masyarakat yang berbeda agama. “Kita harus bisa saling menjaga dan menghormati agar tidak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat,” katanya di acara pengajian Ulama dan Umaro di Masjid Agung Arrohman, Rabu (25/9).
Hadir di acara tersebut Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pandeglang Nina Kartini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang Hamdi Ma’ani, Ketua MUI Provinsi Banten AM Romly, tokoh masyarakat, dan para ulama di Kabupaten Pandeglang.
Selain menjaga toleransi, kata Pery, umat muslim di Pandeglang juga harus memperkuat persatuan dan kesatuan antar umat Islam agar tidak mudah dipecah belah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab serta terjebak dalam konflik sosial yang berkepanjangan.
“Kita harus bisa saling menguatkan, mengingatkan, dan menegur apabila melakukan kesalahan. Untuk memperkuat persaudaraan sesama umat muslim bisa dilakukan dengan cara pengajian, maupun kegiatan positif lainnya,” katanya.
Pery meminta kepada para ulama dan masyarakat Pandeglang agar ikut membantu Pemkab dalam membangun daerah. Oleh karena masyarakat memiliki peran penting dalam mengawal kemajuan dan kinerja para pegawai di semua instansi pemerintahan di Pandeglang.
“Hancurnya umat bagaimana ulama dan umaro, untuk itu mari kita bersama bahu membahu membangun Pandeglang untuk lebih baik. Kami juga minta agar bisa dikawal dan dibantu, karena kami tidak mungkin bisa bekerja sendiri dalam membangun Pandeglang,” katanya.
Ketua MUI Kabupaten Pandeglang Hamdi Ma’ani mengatakan, ulama dan umaro merupakan pilar utama keamanan dan kemajuan daerah. Untuk itu, kata dia, ulama dan umaro harus bisa menjadi jembatan bagi masyarakat dalam menjaga iklim kondusif daerah dan mencegah dari paham radikal yang bertentangan dengan ideologi bangsa.
“Ulama yang selalu memberikan pengajaran kepada masyarakat sehingga menjadi kondusif. Indah rasanya umaro dan ulama bersatu, dunia akan aman dan sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Banten AM Romli mengatakan, kegiatan pengajian yang dilakukan lembaganya akan dilakukan di semua kabupaten/kota di Banten. Tujuannya, sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjaga kerukunan antar umat beragama. “Kegiatan di Pandeglang ini merupakan yang ketiga, sebelumnya kita melaksanakan kegiatan yang sama di Kota Serang dan Kabupaten Lebak. Untuk selanjutnya, kita akan melaksanakan kegiatan yang sama di Kabupaten Serang,” katanya. (dib/zis)









