SERING TERJADI
Sebelumnya tawuran antar pelajar sudah sering terjadi di wilayah hukum Polres Serang Kota. Senin (27/12) dini hari lalu, polisi menangkap enam orang pelajar yang terlibat tawuran di Lingkungan Kebaharan, Kecamatan Serang, Kota Serang. Keenamnya ditangkap polisi usai video tawuran di depan SD Al-Izzah atau dekat pintu rel kereta api tersebut viral di media sosial (medsos).
Keenam pelajar yang ditangkap tersebut; GMG (16), AD (15), FAG (15), MAR (16), DP (15) dan TR (16). Keenamnya merupakan pelajar tingkat SMA sederajat dan SMP. Mereka ditangkap pada Rabu (29/12) malam sekira pukul 23.00 WIB. “Para pelajar ini kami amankan setelah video tawuran mereka ini viral di medsos,” ungkap Maruli, Kamis (30/12).
Dijelaskan Maruli, tawuran remaja tersebut berawal pada Minggu (26/12) lalu. Ketika itu, AD yang merupakan admin akun instagram Geng Baskom menerima pesan dari Geng Kampung Asik untuk mengajak tawuran di depan SD Al-Izzah. “Ajakan tawuran itu diterima oleh AD,” ujar Maruli.
AD yang telah menerima ajakan tawuran tersebut kemudian menghubungi rekan-rekannya untuk bertemu di Komplek Griya Lopang, Kota Serang. Setelah berkumpul, Geng Baskom tersebut berangkat menuju lokasi yang dijanjikan. “Pada Senin (27/12) sekitar pukul 02.00 WIB Geng Baskom ini berangkat ke lokasi tawuran,” ungkap Maruli.
Pada saat bentrokan terjadi, Geng Baskom membawa senjata seperti celurit, besi kecil yang menyerupai golok, bambu dan yang lainnya. Bentrokan tersebut dikatakan Maruli, tidak menimbulkan korban luka berat atau korban jiwa. “Pada saat kejadian AD ini membawa celurit, sedangkan temannya ada yang membawa senjata tajam menyerupai golok dan bambu. Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut,” ungkap Maruli.
Dari penangkapan keenam pelajar asal Kota Serang tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah gir sepeda yang diikat sabuk, satu buah besi putih yang dimodifikasi menyerupai golok, satu buah celurit. “Satu buah golok dan empat unit ponsel,” tutur Maruli. (fam/air)











