“Alhamdulillah setiap tahun angkanya selalu ada penurunan. Ini merupakan hasil kerja bersama antara Pemkot, Pemprov dan pemerintah pusat dalam menangani kedua persoalan itu,” ujarnya.
Pada tiga tahun sebelumnya, lanjut Syafruddin, BABS dan stanting itu hampir tersebar di beberapa kecamatan di Kota Serang, seperti Kecamatan Cipocok Jaya, Curug dan juga Kasemen. Kini, tingg di Kecamatan Kasemen, karena kesadaran masyarakat disana masih kurang.
“Terlebih lahan persawahan dan juga sungai masih banyak. Meskipun tahun kemarin Kecamatan Kasemen sudah mendapat bantuan 1.000 jamban dari ibu presiden,” ucapnya.
Kata Syafrudin untuk menekan angka stunting, pihaknya berharap peran serta masyarakat juga terlibat aktif. Mengingat apa yang dilakukan pemerintah hanya upaya penanganan, sedangkan untuk pencegahannya ada pada masing-masing warga.











