PANDEGLANG – Operasi Pasar (OP) minyak goreng di Gedung Juang 45, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang tidak hanya diserbu emak-emak tetapi juga oleh kaum bapak-bapak. Adapun OP minyak goreng seharga Rp14.000 per liter diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang bekerjasama Bulog Subdivre Lebak dan Pandeglang.
“Iya OP minyak goreng disambut antusias warga. Tidak hanya kaum emak-emak tetapi bapak-bapak,” kata Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang Juhanes Waluyo kepada Radar Banten di Gedung Juang 45 Kabupaten Pandeglang, Kamis (24/2).
Juhanes menjelaskan, OP minyak goreng ini merupakan yang perdana. Dengan harga perliter Rp14.000. “Setiap warga yang beli dibatasi hanya 2 liter saja. Karena memang stok dari Bulog sebanyak 10.000 dan untuk OP di Gedung Juang sebanyak 2.500,” katanya.
Sementara itu salah satu warga Pandeglang, Deden berharap OP minyak goreng tidak hanya sekali digelar. “Harapan saya sih, 2-3 hari sekali digelar sampai harga minyak di pasar kembali murah. Kalau sekarang kan di pasar minyak goreng kemasan gak bermerk seharga Rp16.000 sampai Rp17.000, kalau OP kan Rp14.000,” katanya.
Bagi dirinya, diungkapkan Deden, OP minyak goreng sangat bermanfaat karena kesehariannya berjualan gorengan. “Jadi lumayan beda Rp3000 juga kan. Itu udah masuk keuntungan,” katanya. (mg-01)











