“Dari hasil monitor ke sejumlah agen saat ini belum ada lonjakan warga beli gas melon (gas elpiji bersubsidi). Tapi memang ada permintaan menukar gas 12 kilogram dan 5 kilogram ke tabung gas 3 kilogram namun pihak pangkalan menolak,” katanya.
Juhanes mengungkapkan, pelaksanaan monitoring ketersediaan gas elpiji bersubsidi ini sebagai upaya mencegah terjadinya kelangkaan menjelang bulan Ramadan.

“Kami mengimbau kepada agen dan pangkalan agar menyegerakan proses distribusi agar tidak ada keterlambatan pengiriman dan bagi para pengecer agar tidak menjual gas jauh dari HET.
Adapun bagi masyarakat agar bijak dalam membeli gas dan memakai gas sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : M Widodo











