PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Pandeglang sejak satu tahun terakhir belum fokus membenahi kualitas pendidikan di Pandeglang. Meski alokasi anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari APBD tahun 2022, namun perhatian Pemkab lebih difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur.
Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengakui Pemkab Pandeglang selama tahun 2022 hingga 2024 lebih fokus terhadap pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur. Hal itu, kata dia, sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat, yakni adanya jalan bagus di semua wilayah Pandeglang.
“Sekarang kita konsen pembangunan Jakamantul (jalan kabupaten mantap betul) dulu. Target kita di tahun 2023, harapan kita Jakamantul sudah selesai, paling tidak di akhir 2024 sudah selesau. Setelah itu kita akan konsen langsung ke pendidikan dan kesehatan,” katanya, kemarin.
Tanto berjanji, diakhir masa kepemimpinannya dengan Bupati Irna Narulita atau di tahun 2024, Pemkab akan langsung fokus terhadap perbaikan kualitas pendidikan dan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. “Jadi fasilitas pendidikan dan kesehatan setelah jakamantul kita keroyok dengan anggaran yang besar, kita bertahap dan ini pasti,” katanya.
Tanto mengatakan, kebijakan mengutamakan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur bukan tanpa alasan. Keputusan itu diambil setelah melalui pembahasan panjang dengan semua pihak terkait lainnya. “Sekarang keinginan masyarakat yang nomor satu kan jalan, kita fokuskan di situ. Pendidikan ada anggarannya 20 persen, tetapi konsen kita di jalan dulu,” katanya.
Tanto mengaku, secara keseluruhan kualitas pendidikan di Pandeglang terus mengalami perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Terkait kualitas pendidikan sebetulnya semakin meningkat. Tentu banyak indikator diantaranya kualitas anak-anak termasuk SDM guru. Sekarang ada P3K, minimal kita perhatikan kesejahteraan guru dulu,” katanya.
Selain itu, kata Tanto, sarana dan prasarana penunjang pendidikan di Pandeglang juga masih kalah dibandingkan kabupaten/kota lain di Banten. “Fasilitas memang kami sadari tidak selengkap di perkotaan daerah lain, kami coba bertahan, ruang kelas setiap tahun ada perbaikan,” katanya.
Reporter: Adib
Editor: Ahmad Lutfi











