SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memberikan bantuan stimulus kepada sanggar atau komunitas penggiat kebudayaan yang ada di Banten. Bantuan itu digulirkan kepada mereka yang tampil dalam kegiatan ruang publik berkreasi atau Jumat ngeBanten yang diselenggarakan di delapan kabupaten/kota setiap pekan. Kegiatan rutin yang mulai dilakukan tahun ini itu dilakukan guna memberikan ruang kepada para pelaku seni budaya yang ada di Banten untuk bisa berkreasi.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten Bara Hudaya mengatakan, sanggar yang tampil di event ruang publik berkreasi itu berbeda-beda agar seluruh sanggar mempunyai kesempatan yang sama. Di Banten, ada 1.382 sanggar. Tetapi yang memiliki akta hanya sekira 20 persen. “Sanggar yang mendapatkan bantuan stimulus adalah yang memiliki akta,” ujar Bara.
Kata dia, ruang publik berkreasi ini diharapkan dapat mampu membuat sanggar dan komunitas penggiat kebudayaan Banten terus lestari. Melalui bantuan stimulus itu, sanggar maupun komunitas penggiat kebudayaan dapat terus berkarya. “Meskipun kami tahu dan sadar bahwa bantuan yang diberikan jauh dari kebutuhan,” tuturnya.
Ruang publik berkreasi ini melibatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota. Dindikbud Provinsi Banten bersama Dindikbud kabupaten/kota menyusun jadwal untuk menyelenggarakan ruang publik berkreasi, termasuk sanggar yang akan tampil. Ruang publik yang digunakan guna berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah kabupaten/kota dengan sanggar di wilayah masing-masing.
Untuk tempat pelaksanaan, ia mengungkapkan, ada kegiatan ruang publik berkreasi yang dilaksanakan di satu tempat saja. Namun, ada juga yang berpindah-pindah tempat. “Untuk itu, kami bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota. Biasanya pelaksanaannya di Jumat malam atau Sabtu malam,” ujarnya.
Selain melalui bantuan stimulus dari Pemprov, Bara mengatakan, masyarakat yang menonton juga dapat berpartisipasi untuk keberlangsungan sanggar. Selain itu, guna melestarikan kebudayaan Banten, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat mengundang sanggar atau komunitas penggiat seni untuk tampil pada kegiatan atau acara yang diselenggarakan. “Misalnya hajatan atau ada kegiatan kantor. Bisa diundang untuk tampil,” tuturnya. (*)











