SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengusulkan empat warisan budaya tak benda. Keempat warisan budaya tak benda itu adalah Beluk Saman dari Lebak dan sebagiannya ada di Pandeglang, Gambang Kromong dari Kota Tangerang, Bacang (Bakcang) dari Kota Tangerang, dan Silat Besi dari Kota Tangerang.
Bakcang adalah makanan yang berasal dari Tiongkok yang cukup terkenal di Indonesia pada saat perayaan Peh Cun. Peh Cun merupakan bahasa Hokkian dalam Bahasa Mandarin disebut bǎ chuán yang memiliki arti ‘mendayung perahu’. Sedangkan masyarakat Tionghoa mengenalnya sebagai Duanwu jie yang berarti tengah hari, antara jam 11 sampai jam 1, yaitu perayaan perahu naga yang dilaksanakan pada tengah hari.
Untuk membuat bakcang yang harus kita siapkan adalah beras, air secukupnya, dan minyak ayam. Untuk bahan isinya bisa terbuat dari daging yang berupa ayam, sapi, babi, ataupun ikan dan udang, ataupun kacang-kacangan tergantung ketersediaan. Sedangkan untuk pembungkusnya disediakan daun bambu, beras yang sudah disiapkan lalu dicuci sampai bersih dan dimasak sampai setengah matang.
Setelah setengah matang, nasi tersebut dimasukkan ke dalam daun bamboo dan juga dimasukkan bahan isi bakcangnya, lalu dibungkus. Bakcang tersebut kemudian direbus pada panci dengan air yang banyak sampai semua bungkusan terendam, setelah masak, angkat dan tiriskan.
Penamaan kata bakcang dan kue cang merupakan kata yang berasal dari dialek Hokkian. Dalam Bahasa Mandarin, kata bakcang dan kue cang disebut zòngzi. Dalam buku Traditional Chinese Festivals yang ditulis oleh Marie-Luise Latsch dikatakan bahwa awalnya sebutan zòngzi muncul karena ia merupakan homonim dari karakter Han zòng yang artinya nasi sekepal yang dibungkus di Indonesia seperti ketupat. (adv)










