Dijelaskan Syaiful saat ini, kondisi saat ini pengusaha pribumi belum mendapatkan kesempatan menjadi pemain utama dalam proyek atau pengadaan barang maupun jasa. Pengusaha lokal masih menjadi subcon, bahkan menjadi pihak ketiga hingga ke empat dalam setiap projects.
“Kita kalaupun dapat subcon kedua dan ketiga, jadi kita hanya dapat tulangnya saja,” ujar Syaiful.
Menurut dia harus ada pembahasan secara bersama-sama antara pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta pihak Lotte Chemical.
“Menurut saya harus duduk bareng antara pemerintah kota, Kadin, bersama stakeholder dari Lotte Chemical atau investor lain duduk bersama,” tuturnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Lotte Chemical belum berhasil dikonfirmasi. Pesan WhatsApp kepada Humas PT Lotte Chemical Norman hanya dibaca.










