Pembangunan fasilitas pengolahan sampah atau tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) berkapasitas 200 ton sampah per hari itu diharapkan bisa dimulai pada Agustus 2023 mendatang.
Lahan yang disediakan oleh Pemkot Cilegon untuk membangun tempat tersebut kurang lebih 1,1 hektar di kompleks TPSA Bagendung.
Rencana pendanaan dari pemerintah pusat, begitu juga dengan pelaksanaan pembangunan akan dilakukan pmerintah pusat melalui Direktorat Cipta Karya Provinsi Banten, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten.
Program tersebut bekerjasama dengan World Bank.
Walikota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan World Bank karena mau menggelontorkan anggaran untuk membangun perluasan fasilitas pengolahan sampah menjadi BBJP di Kota Cilegon.
Menurut Helldy, pembangunan pabrik tersebut lagi-lagi dipastikan tidak akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.
“Alhamdulillah ini bantuan lagi dan mudah-mudahan sampah ini menjadi berkah,” tutur Helldy.











