“Kita sudah diperpanjang kontraknya sampai akhir tahun 2023 ini, dan sudah dilantik pada Januari tahun ini,” ujar Ben, kemarin.
Dikatakan Ben, ribuan tenaga honorer berusaha menyiasati rencana penghapusan tenaga honorer dengan mendaftarkan data diri ke Kemenpan-RB.
“Kita yang sudah bekerja lebih dari dua tahun diminta untuk menginput database ke website Kemenpan-RB. Sudah kita lakukan,” ujar Ben.
Namun, Ben tidak mengetahui tujuan permintaan pengiriman data tersebut.“Setelah itu belum ada arahan apa-apa lagi,” katanya.
Menurut Ben, selain P3K, opsi tenaga honorer diubah statusnya menjadi outsourcing, bukan jaminan. Soalnya, pengalihan outsourcing hanya untuk cleaning service, tenaga keamanan dan driver. “Sementara tenaga honorer kita kebanyakan tenaga administrasi dan staf.” Ujarnya.(ful-pur-nna-fdr/air)











