Edy mengatakan, keberhasilan seseorang dalam menggapai cita-cita tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga melainkan dari kemauan keras untuk menjadi yang terbaik. Keberhasilan keduanya juga mematahkan isu negatif yang berkembang di luar yang menyatakan bahwa menjadi polisi harus banyak uang dan berasal dari keluarga pejabat.
“Dari kisah mereka ini, saya ingin menyampaikan bahwa untuk menjadi taruna Akpol tidak hanya untuk anak-anak pejabat, semua orang memiliki kesempatan yang sama,” tegas mantan Kapolres Kampar tersebut.
Edy mengimbau, kepada pemuda dan pemudi di Provinsi Banten tidak minder dan harus berani bercita-cita tinggi. Sebab, negara memberikan kesempatan yang luas bagi pemuda pemudi untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan.
“Untuk itu, saya mengimbau kepada para pemuda-pemudi di Provinsi Banten untuk bercita-cita lah setinggi-tingginya. Jangan kalian down karena orang tua hanya pedagang, supir, tukang ojek, ingat semua orang memiliki kesempatan yang,” kata Edy.
Edy berpesan kepada pemuda pemudi Banten yang sedang mengikuti sekolah kedinasan khususnya Akpol untuk selalu belajar dan menjadi polisi teladan.
“Jadilah polisi masa depan yang bijaksana, mampu mengayomi anak buahnya, mampu membawa masyarakatnya, hilangkan image yang buruk tentang polisi, harus menjadi contoh dan pengalaman bagi masyarakat, bagi keluarga dan khususnya bagi diri sendiri, tentunya juga jangan berdoa semoga apa yang kita lakukan diberikan kemudahan dan membawa berkah,” tutur Edy (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Ahmad Lutfi











