“Mungkin ada komunikasi via telepon. Terus Ay ini dijemput naik sepeda motor,” katanya.
Sebelum pergi, korban sempat menanyakan keberadaan teman korban yang sudah mengenal pelaku.
Pelaku menjawab bahwa teman Ay yang masih satu desa dengan korban itu ada di basecamp Ormas.
“Korban ini diajak ke Cikole terus dikasih minuman Sprite, dari situ dia merasakan pusing. Terus dibawa ke bascamp,” katanya.
Di bascamp Ormas, ada tiga orang. Satu orang berjaga di pintu, sedangkan dua orang lain, yakni anak petinggi Ormas dan satu pelaku lain, menyetubuhi korban.
“Dua pelaku ini melakukan sama-sama menyetubuhi sebanyak dua kali. Sementara satu pelaku bertugas menjaga pintu,” katanya.
Korban tidak mengetahui nama anak petinggi Ormas tersebut. Namun, korban ingat wajahnya.
“Sementara satu pelaku lain kenal nama dan juga wajahnya. Satu nama pelaku yang dikenal namanya Il,” katanya.
Enung mengungkapkan, kasus tersebut terjadi saat korban lepas dari pengawasan orang tuanya.
“Pada saat kejadian itu ayah korban tengah mengurus anaknya yang baru disunat dan anak satunya yang sakit gagal ginjal,” katanya.











