PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Pandeglang memprihatinkan.
Setiap tahun, jumlah kasus KDRT meningkat.
Berdasarkan catatan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pandeglang, kasus KDRT yang ditangani pada tahun 2023 mencapai 46 kasus.
“Jumlahnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2021 sebanyak 54 kasus dan pada tahun 2022 menjadi 64 kasus,” kata Kepala UPT P2TP2A Pandeglang, Mila Oktaviani, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 7 Juni 2023.
Memasuki tahun 2023, jumlah kasus KDRT yang ditangani sudah mencapai 46 kasus. Korbannya sebagian besar anak-anak.
“Bahkan belasan anak menjadi korban kekerasan seksual. Tentu ini sangat memprihatinkan karena anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan malahan menjadi korban,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku prihatin dengan tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak.
“Ini perlu kerja sama lintas profesi. Baik APH (Aparat Penegaj Hukum), Kejaksaan kemarin banyak memberikan masukan,” katanya.
Apalagi, muncul kasus asusila terhadap anak disabilitas. Terkait hal ini tentunya sangat memprihatinkan sehingga dilakukan kerja sama dengan MUI Kabupaten Pandeglang dan MUI Kecamatan untuk memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada masyarakat.
“Kemudian dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang juga harus bekerja keras. Dinas Sosial masuk, lalu Dinas Pendidikan juga masuk, terus dengan camatnya, berharap dapat terkurangi terkurasi, kondisi sosial pasca Covid -19 ini,” katanya.
Irna menegaskan, sudah banyak langkah-langkah hokum dilakukan untuk mereka yang menjadi korbannya. Terus dilakukan intervensi mentalnya.
“Apakah ada kegiatan-kegiatan permodalan yang perlu kami bantu. Terkait perempuan rawan ekonomi dan sosial, atau sebagai korban, dan juga para pelakunya sebagian sudah ditindak,” katanya.
Harapan Irna, ketika kondisi ekonomi sudah membaik, bisa memberikan pelatihan kepada mereka yang bermasalah terhadap kalbunya. Masalah dengan lingkungannya.
“Kita luruskan dengan banyak kegiatan-kegiatan pengajian, kegiatan diskusi, kegiatan pengawasan di tingkat kampung, kegiatan RT dan RW, di lapangan memberikan informasi kepada Camat kepada kami,” katanya.
Irna mengimbau Camat agar melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat merasa terbantu.
“Ada laporan sekecil apa pun sampai ke Camat dan Camat bisa langsung menindaklanjuti mewakili saya selaku Bupati. Dan hal-hal lain lah yang memang tadinya ada masyarakat akhlaknya kurang baik, tapi kita libatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial di lapangan seperti kemarin kegiatan Selasa Bersih,” katanya.
Kemudian, dilibatkan juga dalam kegiatan – kegiatan pendampingan, program di lapangan. Mudah-mudahan itu dapat menurunkan angka kriminalitas.
“Kriminalitas terjadi bisa karena memang lingkungannya jelek, bisa karena ekonominya buruk, lalu tidak punya pekerjaan sehingga banyak bermimpi tinggi tetapi kondisi ekonominya tidak mencukupi. Lalu, akhlaknya juga semakin menurun, ya itu perlu dilakukan keroyokan secara bersama-sama, lintas instansi menyelesaikan masalah ini,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











