SERANG, RADARBABTEN.CO.ID – Pemprov Banten bersama dengan pihak terkait tengah mengebut master plan pembentukan kawasan industri khusus di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak.
Kepala Dinas Pendapatan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti mengatakan, Kecamatan Cileles nantinya akan menjadi kawasan Smart Eco Industrial.
Kawasan industri itu nantinya akan disesuaikan dengan tata ruang daerah, yang mana akan dilakukan pengembangan industri yang berbasis ramah lingkungan.
Master plan pengembangan Smart Eco Industrial, kata Virgo, tentunya harus sesuai dengan tata ruang. Ia tidak ingin master plan itu keluar dari konsep berwawasan lingkungan.
“Daerah Selatan ini kan merupakan daerah konservasi secara tata ruang, sehingga pengembangannya juga harus disesuaikan dengan tata ruang. Dan alhamdulillah sudah didapatkan satu konsep bahwa di sana adalah kawasan industri yang ramah lingkungan dan smart berarti transformasi teknologi juga diterapkan di sana,” kata Virgojanti saat ditemui RADARBANTEN.CO.ID di Hotel Le Dian, Kota Serang, Rabu, 7 Juni 2023.
Katanya, pengembangan kawasan industri itu tidak lain sebagai bentuk pemanfaatan Proyek Stategis Nasional (PSN) Jalan Tol Serang-Panimbang yang menghubungkan Kabupaten Lebak, Serang, dan Pandeglang dengan Jakarta.
Ia memaparkan, konsep Smart Eco Industrial Park itu sudah disetujui dan ditetapkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.
Kecamatan Cileles dipilih karena merupakan daerah yang memiliki risiko bencana rendah dan memiliki sumber daya yang memadai, sehingga sangat mendukung untuk menjadi kawasan industri.
“Sumber daya seperti sumber air sangat mendukung, kemudian setelah kita kaji juga dari sisi kebencanan, daerah itu sangat rendah dan itu sudah ada surat keputusan Menteri Perindustrian terkait dengan syarat-syarat kawasan industri.”
“Dan alhamdulillah di sana sangat memenuhi syarat. Bukan merupakan kawasan yang sering banjir ya, tidak terdapat potensi banjir dan tanah longsor. Intinya itu sudah ada kajian yang disesuaikan dengan tata ruang,” paparnya.











