PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menjanjikan akan segera membangun gedung baru untuk ruang Kepala SD Negeri Banjarsari 2 yang ambruk pada Jumat 16 Juni 2023.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD pada Disdikpora Kabupaten Pandeglang Hafid Herdian mengatakan, mengecek langsung bangunan Kepala SDN Banjarsari 2, di Kampung Lebak Purut, Desa Banjarsari, Kecamatan Kaduhejo, yang dilaporkan ambruk dan menimpa rumah warga. Dia prihatin dengan musibah tersebut.
“Yang pertama kami prihatin dengan kejadian ini. Ini merupakan kejadian yang tidak kami harapkan. Karena kalau menurut penghitungan tingkat kerusakan yang sudah kami lakukan, kondisi gedung ini masih bisa bertahan untuk dua, tiga tahun ke depan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, usai mengecek kondisi ruang kepala sekolah yang ambruk di SDN Banjarsari 2, Sabtu 17 Juni 2023.
Tapi ternyata, diungkapkan Hafid, karena paktor cuaca, sehingga kejadian tidak diharapkan ini terjadi.
“Memang untuk SDN Banjarsari 2 ini, sudah kami rencanakan untuk rehab tiga ruang kelas di tahun 2024. Sudah masuk perencanaan kami untuk mengusulkan di bulan September ini melalui DAK fisik tahun 2024,” jelasnya.
Selain tiga ruang kelas, kemudian diusulkan rehab satu unit perpustakaan dan satu unit ruang kepala sekolah. Namun karena ini ruang kepala sekolah kondisinya sudah ambruk begini atapnya maka akan diganti dibangunkan gedung baru atau Ruang Kelas Baru (RKB).
“Kita rencanakan akan ganti Ruang Kelas Baru, Insyaallah di tahun ini akan kita realisasikan. Di bulan Agustus, September lah kita realisasikan,” katanya.
Kemudian, Hafid menjelaskan, karena ini kejadian robohnya, dinding ruang kepala sekolah menimpa rumah warga maka Disdikpora akan bertanggungjawab. Memberikan bantuan biaya perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tertimpa tembok bangunan sekolah.
“Kitapun Insyaallah bertanggungjawab terhadap kerusakan rumah warga. Kami tadi sudah bermusyawarah dengan warga, sudah disepakati sudah dihitung secara bersama-sama tingkat kerusakannya kemudian estimasi biaya yang dibutuhkan untuk perbaikannya kurang lebih Rp3 jutaan,” katanya.
Insyaallah, diungkapkan Hafid, Disdikpora bertanggungjawab. “Karena kitapun tidak ingin merugikan warga yang terkena dampak kerusakan tersebut,” tukasnya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Mastur











