CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon melakukan pembinaan terhadap pengelola Rumah Data kependudukan Kota Cilegon.
Kegiatan selama lima hari, sejak 19-23 Juni 2023, ini dilaksanakan di aula DP3AP2KB Kota Cilegon. Diikuti oleh lima Rumah Data Kependudukan, yakni Kelurahan Tamansari, Gerem, Sukmajaya, Bendungan, dan Banjarnegara.
Pembinaan untuk lima Rumah Data Kependudukan tersebut untuk meningkatkan fungsi dari Rumah Data Kependudukan sebagai pusat data dan informasi, sebagai pusat intervensi permasalahan kependudukan.
Selain itu, keluarga berkualitas dan pembangunan keluarga sebagai integritas aktivitas Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB menjadi faktor penting dalam pembinaan.
Plt Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Agus Zulkarnain menyebut, sebagai pusat informasi, Rumah Data Kependudukan memiliki urgensi dan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat di Kampung KB.
Sebab, Rumah Data Kependudukan sebagai tempat yang difungsikan sebagai pusat data intervensi permasalahan kependudukan di tingkat mikro atau Kelurahan, bersumber dari Rumah Data Kependudukan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan diadakan kegiatan ini diharapkan Rumah Data Kependudukan di Kota Cilegon dapat bakalan sesuai dengan potensinya,” tutur Agus, Jumat, 23 Juni 2023.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Dalduk KB pada DP3AP2KB Kota Cilegon, Wawan Ihwani, bakal menindaklanjuti hasil pembinaan dengan mendatangi ke lokasi Rumah Data Kependudukan.
“Rumah Data Kependudukan itu merupakan sentral semua data terintegrasi di situ, jadi ketika Lurah mengambil kebijakan keputusan atau juga hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan di wilayah Kelurahan, dia bahasanya dari data itu, maka dari itu setelah pembinaan ini akan monitoring dan evaluasi dalam rangka sejauh mana Rumah Data Kependudukan menerapkan materi yang sudah diberikan,” kata Wawan.
Wawan juga mendorong seluruh Kelurahan memberikan ruang khusus untuk Rumah Data Kependudukan karena memiliki nilai manfaat yang besar.
“Bila ada ruangan yang kosong atau tidak terpakai coba di manfaatkan untuk kesekretariatan Rumah Data Kependudukan karena ya itu tadi semua data untuk kebijakan ada disitu,” tandasnya. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono











