SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemuda Desa Cirangkong melakukan penertiban terhadap bank jeliling yang beroperasi di wilayahnya.
Hal itu menindaklanjuti adanya penolakan dari ibu-ibu warga Desa Cirangkong, Kecamatan Petir Kabupaten Serang yang merasa keberatan atas adanya bank keliling.
Pantauan di lokasi, mereka manunggu bank keliling di sebuah saung yang berada di Kampung Panyairan tepatnya di pertigaan di akses jalan di Desa Dahu. Mereka kemudian memberhentikan kendaraan-kendaraan yang dicurigai sebagai bank keliling.
Setelah itu, mereka kemudian mengambil buku-buku tagihan milik warga desa mereka.
Tokoh pemuda Desa Cirangkong Muhamad Taufiq mengaku prihatin lantaran banyaknya bank keliling yang masuk ke wilayahnya.
“Dari data yang diterima kurang lebih ada 50 koperasi yang beroperasi di wilayah kecamatan Petir dan Cikeusal. Ini memperihatinkan,” katanya.
Dirinya mengaku banyak memperoleh laporan dari warga khususnya yang tidak meminjam yang merasa terganggu lantaran aktivitas dari bank keliling tersebut. Selain karena banyaknya kendaraan yang lalu lalang juga karena sering adanya keributan saat penagihan.
“Akhirnya ibu-ibu kompak seluruh koperasi-koperasi yang tidak jelas yang mengganggu masyarakat. Mereka sepakat untuk menolak keberadaan bank keliling,” jelasnya.
Selama beraksi melakukan penertiban kepada bank keliling yang beroprasi di wilayah Desa Cirangkong, pihaknya mendapati banyak sekali bank keliling yang masuk.
“Selama melakukan penertiban lebih dari satu minggu ada 17 bank keliling yang mengatasnamakan koperasi yang terjaring,” pungkasnya.
Dari data sementara yang berhasil di himpun, ada 15 warga di wilayah Desa Cirangkong yang terjerat pinjaman pada bank keliling. Bahkan ada satu orang warga yang meminjam hingga ke tujuh bank keliling.
Pihaknya kemudian mengambil paksa buku tagihan dari pihak bank keliling dan meminta mereka untuk tidak kembali lagi beroperasi di wilayah Desa Cirangkong. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aas Arbi











