PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Pandeglang memamerkan senjata api jenis bedil locok hasil operasi gabungan di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Alun – alun Pandeglang.
Pameran tersebut digelar oleh Polres Pandeglang dalam rangka menyambut HUT ke-78 Kemerdekaan RI serta sebagai edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan perburuan satwa di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Bedil locok dipamerkan merupakan hasil Operasi gabungan Polda Banten, Polres Pandeglang dan Ditjen Gakum KLHK berupa penertiban senjata bedil locok milik masyarakat di Kawasan TNUK. Diantaranya Kecamatan Sumur dan Cimanggu, yang desa-desanya berada di daerah penyangga kawasan TNUK yang sampai saat ini tercatat sebanyak ratusan pucuk senjata api jenis bedil locok.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Ardi Andono mengucapkan, terima kasih kepada Jajaran Polres Pandeglang dan Polda Banten, yang sudah membantu dalam penyerahan senjata locok secara sukarela dari masyarakat.
“Jadi dengan menggunakan peran serta Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa mereka, menyerahkan senjata locok secara sukarela,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Alun – alun Pandeglang, Kamis, 17 Agustus 2023.
Senjata api jenis bedil locok diserahkan oleh masyarakat secara sukarela saat dilaksanakan operasi gabungan. Operasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap perburuan satwa liar oleh masyarakat.
“Dan Alhamdulillah masyarakat dengan sukarela menyerahkan senjata locok tersebut. Kami sangat terbantu sekali karena disinyalir, senjata ini dipergunakan untuk perburuan – perburuan dari satwa yang kecil hingga yang besar di sekitar Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon,” katanya.
Balai TNUK yang berada di wilayah Kabupaten Pandeglang mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Pandeglang, Anggota DPR-RI, DPRD Provinsi Banten, DPRD Kabupaten Pandeglang, FORKOPIMDA dan Forkopimcam Kabupaten Pandeglang terkait perlindungan dan pengamanan kawasan TNUK.
“Kalau pengawasan untuk pencegahan terjadi perburuan kita lakukan patroli secara terus – menerus. Kita ada Tim Rhino Health Unit (RHU), dan ada tim khusus bahkan, juga meminta bantuan tim Brimob, Ayo kita bersama menjaga habitat satwa khususnya Badak Jawa yang ada di TNUK dan merupakan aset bangsa juga satu-satunya di dunia,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita menghimbau, kepada masyarakat yang berdekatan dengan kawasan TNUK khususnya dan masih memiliki senjata locok untuk secara sukarela menyerahkan kepada petugas Polisi terdekat.
“Dan juga untuk selalu bersama menjaga kawasan konservasi TNUK karena di TNUK terdapat satwa yang hanya satu-satunya di dunia yaitu Badak Jawa. Ayo, kita masyarakat Pandeglang bersama-sama menjaga kawasan konservasi TNUK dan habitat satwanya khususnya Badak Jawa yang ada di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi










