“Agar anak – anak setelah pulang sekolah di SD tidak main handphone tapi belajar agama. Makanya saya memohon kepada Pemda agar mendirikan bangunannya,” katanya.
Lebih lanjut Nahrawi mengatakan, kebutuhan bangunan MDTA sementara satu atau dua gedung cukup untuk menampung anak-anak. Sehingga tidak harus menumpang di bangunan SD.
“Jadi setelah pulang sekolah di SD, siangnya pulang langsung ke MDTA. Jangan sampai pulang ke rumah main gatget atau hp,” katanya.
Nahrawi mengak, miris saat ini ketika Kabupaten Pandeglang punya slogan seribu ulama sejuta santri. Namun ada kekhawatiran dalam dunia pendidikan agamanya anak – anak generasi penerus Pandeglang nol dalam pengetahuan agama Islam.
“Kebanyakan anak – anak itu setelah lulus SD melanjutkan ke SMP. Masuk SMP juga tanpa melewati MDTA dulu,” katanya.
Kemudian setelah lulus SD melanjutkan ke SMP tetapi tidak sembari mondok di pesantren. Jadi yang lulus SD itu setelah melanjutkan ke SMP tidak menambah pengetahuan agamanya di pondok pesantren.
“Adapun yang sambil sekolah dan menimba ilmu di pesantren itu hanya satu dua orang saja. Saya merasa prihatin dan ada rasa khawatir terhadap generasi penerus warga Pandeglang terbawa arus karena kurangnya pengetahuan agama semenjak dini,” katanya.
Koordinator Layanan Administrasi Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kecamatan Mekarjaya, Jaya Rahmat mengatakan, usulan dari kepala desa merupakan usulan paling baik untuk meningkatkan mutu pendidikan lebih baik lagi.
“Pendidikan di bidang keagamaan itu dibidangi oleh Kementerian Agama. Namun sebagai Kormin saya juga bertanggung jawab, untuk hal tersebut, insyaallah nanti difasilitasi yang penting koordinasi antara ketua RT, RW, kepala desa dan kepala sekolah berkolaborasi dengan baik,” katanya.
“Sementara ini bisa di sekolah SD atau di mana saja lah. Sementara yang penting bisa berjalan dengan baik, adapun kemudian kita usulkan kepada pemerintah ataupun bersama – sama bergotong royong membangun MDTA,” imbuhnya.
Tujuan terdekat sebelum ada bantuan, menggunakan fasilitas milik pemerintah dulu.
“Agar pendidikan bisa berjalan terus sambil berjalan dengan waktu nanti kita usulkan ke Kementerian Agama. Mudah – mudahan ada subsidi di sana untuk bangun MDTA di sini, karen Perbup mengatakan bagi siswa SD melanjutkan ke SMP harus punya ijazah Diniyah,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











