SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 3,46 persen atau 63.700 keluarga di Banten tak memiliki sumber air minum layak. Puluhan ribu keluarga itu tersebar di delapan kabupaten/kota. Namun, paling banyak ada di Kabupaten Pandeglang.
Pj Sekda Banten Virgojanti mengungkapkan, tidak adanya sumber air minum layak menjadi salah satu penyebab stunting. Keluarga di Banten tak memiliki sumber air minum layak paling banyak di Kabupaten Pandeglang yakni 20.728 keluarga atau 10,27 persen.
Kemudian, Kabupaten Lebak 22.746 keluarga atau 9,83 persen; Kabupaten Serang 12.657 keluarga atau 4,41 persen; dan Kota Serang 1.377 keluarga atau 1,28 persen. Berikutnya, Kota Cilegon 768 keluarga atau 1,08 persen, Kabupaten Tangerang 3.777 keluarga atau 0,75 persen; Kota Tangerang Selatan 815 keluarga atau 0,47 persen; dan Kota Tangerang 832 keluarga atau 0,31 persen.
Mengetahui data itu, Virgojanti meminta OPD di lingkup Pemprov Banten untuk fokus menangani persoalan tersebut. “Harus bangun di lokasi-lokasi itu yang prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan, salah satu program yang dilaksanakan oleh PUPR untuk penanganan stunting adalah pengadaan sarana bersih di Cisungsang, Kabupaten Lebak. “Sesuai arahan Pak Pj Gubernur, kami melakukan pengadaan sarana air bersih,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Arlan, pihaknya juga membangun sarana irigasi untuk membantu petani terkait penyediaan sarana air dalam program ketahanan pangan.
Editor : Merwanda











