CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon memberikan makan makanan bergizi kepada anak penderita stunting selama 30 hari berturut-turut.
Upaya itu dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah Kelurahan Bulakan dalam menangani persoalan stunting di wilayah tersebut.
Selain anak yang alami stunting, Pemerintah Kelurahan Bulakan juga memberikan makan makanan bergizi kepada tiga anak yang alami kekurangan gizi.
Lurah Bulakan Nuriyana menjelaskan, pemberian makan makanan bergizi itu merupakan inovasi Gerakan Terpadu Kelurahan Bulakan Peduli Stunting (GARDUKU PENTING).
Inovasi itu merupakan upaya pemerintah dalam menuntaskan persoalan stunting yang masih terjadi di Bulakan.
Nuriyana menjelaskan, ada 22 anak yang alami stunting dan tiga kurang gizi yang mendapatkan makanan bergizi selama 30 hari tersebut.
“Jumlahnya ada 25 anak yang diberikan asupan gizi dari makanan selama 30 hari dari Senin sampai Sabtu. Ibu-ibu sebanyak 25 orang membawa anak untuk makan siang,” ujar Nuriyana, Senin 30 Oktober 2023.
Makanan bergizi itu terdiri dari ayam, telur, tempe, sayuran, biskuit, susu, dan buah-buahan.
Selama 30 hari anak-anak yang sudah divonis alami stunting dan kekurangan gizi akan mendapatkan asupan tersebut.
Diharapkan, melalui upaya ini jumlah penurunan stunting bisa signifikan terlihat.
Terkait data stunging, sebelumnya ditetapkan sebanyak 42 anak di Bulakan alami stunting, namun angka itu berakhir ditekan, dan kini sisa 22 anak.
Untuk itu, Pemerintah Kelurahan Bulakan berupaya agar 22 anak tersebut bisa lepas dari masalah stunting.
Disinggung soal faktor masalah terjadinya stunting, menurut Nuriyana bukan faktor ekonomi melainkan beberapa hal lain seperti pola asuh yang kurang tepat, faktor keturunan dari orang tua, faktor lingkungan yang tidak sehat, serta faktor kelahiran dimana anak tersebut lahir prematur.
Gejala yang dialami anak pun berbeda-beda, ada yang terlihat dari berat dan tinggi badan yang tidak ideal, hingga persoalan psikomotrik dimana hingga berusia tiga tahun belum bisa jalan.
Menurut Nuriyana, untuk menekan persoalan stunting perlu peran serta semua pihak, terlebih jika dilihat dari sejumlah faktor peran masyarakat sangat penting.
Misalnya menerapkan pola asuh yang baik kepada anak, dan juga lingkungan yang sehat, salah satunya tidak buang air sembarang alias dolbon, dan juga memastikan lingkungan tempat tinggal tetap bersih dan sehat. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi











